Imlek Diguyur Hujan, Pertanda Rezeki Bakal Melimpah

Minggu, 29 Januari 2017 – 07:49 WIB
Seorang anak ikut sembahyang pada perayaan Imlek di Klenteng Kwan Kong, Jalan Sulawesi, Makassar, Sabtu, 28 Januari. Foto: YUSUF WAHIL/FAJAR/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Vihara Praja Bhumi dijadikan pusat perayaan Tahun Baru Imlek 2568 di kota Prabumulih, Sumsel.

Ratusan warga Tionghoa di kota nanas ini, mulai memadati Vihara sejak pukul 09.00 WIB, kemarin (28/1).

BACA JUGA: Please, Hindari Penyebaran Hoax di Tahun Ayam Api

Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) Prabumulih, memberikan penghargaan kepada orang nomor satu di Prabumulih karena sumbangsihnya terhadap perkembangan agama Buddha.

Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengatakan pemerintah kota Prabumulih terus berupaya menjaga keharmonisan antar umat beragama dengan membantu pembangunan tempat ibadah.

BACA JUGA: Imlek, Layanan Transjakarta Normal di Semua Rute

"Lima agama yang diakui di Indonesia kami bantu pembangunan tempat ibadahnya. Tidak memandang mayoritas ataupun minoritas," ujarnya.

Ridho menuturkan baginya Tahun Baru Imlek dimaknai sebagai momen persatuan. Meski penduduk kota Prabumulih heterogen, terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan antar golongan, tetapi satu sama lain bisa hidup berdampingan.

BACA JUGA: Sambut Imlek, Wako Bogor Sulut Lilin di Vihara Dhanagun

"Bagi saya tidak ada orang Tionghoa, Lahat dan Jawa. Kita semua penduduk Prabumulih. Jiwa raga kita korbankan untuk Prabumulih. Saya berusaha untuk menyatukan komponen yang ada," tuturnya.

Politikus Partai Golkar ini juga mengajak Walubi untuk menyisihkan uang membantu sesama yang kekurangan.

"Kami berharap warga Walubi bisa turut serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Tanpa melihat latar belakang suku, agama, ras dan antar golongan," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Walubi Kota Prabumulih, Suandi mengapresiasi kebijakan pemerintah kota yang telah membantu dalam membangun tempat ibadah umat Buddha.

Di antaranya, renovasi Vihara Po Chin Bio sebesar Rp600 juta dan Vihara Praja Bhumi sebesar Rp500 juta.

"Karena itu kami memberikan pak Wali Penghargaan karena kepeduliannya terhadap agama Budha di Prabumulih," terangnya.

Masih kata Suandi, perayaan Imlek tahun ini diguyur hujan. Menurutnya, hal itu pertanda jika tahun ini Kota Prabumulih akan diberikan rezeki yang melimpah.

"Tahun ini juga tahun Ayam Api. Dimana warga Tionghoa harus bekerja keras dan bertarung untuk mendapatkan rezeki. Seperti filosofi ayam yang bangun di pagi hari untuk mencari makan," pungkasnya, seperti diberitakan Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group).

Selain Wali Kota Prabumulih H Ridho Yahya MM, Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE MM juga hadir dalam perayaan Imlek di Prabumulih tersebut.

Andes menekankan, pihaknya bertekad menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Prabumulih. “Anggota juga sudah kami sebar, untuk pengamanan di tempat-tempat ibadah Tionghoa yang merayakan Imlek,” singkatnya. (kos/air)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Imlek, Seperti Apa Pelayanan Bus Transjakarta?


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler