Inalum Benchmark ke Pupuk Kaltim Dalam Mengoptimalkan Aspek K3

Minggu, 14 Mei 2023 – 03:40 WIB
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menjadi rujukan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam mendorong optimalisasi K3 melalui benchmarking Health, Safety and Environment (HSE). Foto dok PKT

jpnn.com, JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menjadi rujukan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam mendorong optimalisasi aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), melalui benchmarking Health, Safety and Environment (HSE).

SVP Power Plant Support and Administration Inalum Daniel Jimmy P Hutauruk, menjelaskan benchmarking ini dalam upaya meningkatkan kualitas dan implementasi aspek K3, agar ke depan aktivitas bisnis perusahaan yang bergerak di bidang produksi aluminium primer ini mampu berjalan lebih optimal.

BACA JUGA: Berhasil Terapkan Program Agrosolution, Pupuk Kaltim Panen Raya Tebu di Sleman

"Melalui benchmarking ini kami ingin bertukar wawasan terkait implementasi K3 di Pupuk Kaltim, agar Inalum juga bisa meningkatkan kualitas K3 dalam aktivitas bisnis perusahaan," ujar Daniel.

Menurut Daniel, penerapan aspek K3 yang diterapkan Inalum hingga saat ini masih banyak kelemahan dan butuh berbagai improvement dalam mendorong transformasi bisnis secara signifikan.

BACA JUGA: Modernland Realty Gelar Ground Breaking Pusat Kuliner & Belanja di Kota Modern

Terlebih ditengah tantangan industri strategis untuk langkah ekspansi hingga satu juta ton pada 2030, Inalum membutuhkan pondasi K3 yang jauh lebih kuat dan maksimal, agar kedepan realisasi bisnis mampu tercapai sesuai target yang ditetapkan.

"Makanya kami ingin aspek K3 di Inalum lebih maksimal dengan merujuk ke Pupuk Kaltim. Karena kami menilai Pupuk Kaltim jauh lebih sustain mengembangkan sistem manajemen K3 dalam aktivitas bisnis perusahaan," tutur Daniel.

BACA JUGA: Pupuk Indonesia Perkenalkan Kain Nusantara Kepada Para Delegasi di KTT ASEAN 2023

SVP Teknologi Pupuk Kaltim Achmad Rois, menyambut positif benchmark Inalum terkait implementasi K3 di lingkungan perusahaan. Dirinya menilai hal ini sejalan dengan semangat kolaborasi BUMN, dengan saling dukung antar perusahaan dalam memajukan sektor industri tanah air.

Menurut Achmad Rois, Pupuk Kaltim sangat berkomitmen dalam mengoptimalkan implementasi K3, guna mendukung terlaksananya aktivitas bisnis yang baik dan lancar.

Hal ini terlihat dari slogan 'Safety is Our Personality' yang diusung Pupuk Kaltim dalam membudayakan K3 di tiap aktivitas.

Terbukti, kesadaran karyawan untuk terus bekerja aman semakin meningkat, sehingga Pupuk Kaltim mampu mencapai 55 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan hingga Januari 2023.

Melalui berbagai program dan kegiatan, Pupuk Kaltim juga mengajak karyawan bersama keluarga dan masyarakat untuk menerapkan K3 di kehidupan sehari-hari, sebagai bentuk kesadaran bersama mewujudkan keselamatan dan kesehatan dalam aktivitas.

"Benchmark ini juga menjadi sarana untuk membuka wawasan dan pengetahuan secara bersama dalam melakukan perbaikan secara berkesinambungan, khususnya peningkatan kinerja K3 di Pupuk Kaltim maupun Inalum agar lebih baik kedepannya," ucap Achmad Rois.

Salah satu upaya terbaru yang dilakukan Pupuk Kaltim terkait K3, yakni pencanangan komitmen Stop Work Authority (SWA) dalam meningkatkan kesadaran bekerja aman di lingkungan perusahaan.

Komitmen ini diharap mampu menjadi pedoman bagi seluruh insan perusahaan untuk saling menjaga dalam bekerja, serta upaya meminimalisasi risiko terkait K3 di lingkungan Pupuk Kaltim.

"Melalui implementasi SWA, Pupuk Kaltim optimis mampu mempertahankan dan meningkatkan realisasi jam kerja aman untuk kedepannya. Makin tingginya kesadaran karyawan akan K3, menjadi salah satu aspek penentu peningkatan kinerja perusahaan dalam mencapai target yang ditetapkan," seru Achmad Rois.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler