Indonesia, Malaysia dan Thailand Perkuat Kerja Sama Sistem Informasi Pasar Kerja Online

Kamis, 11 Juli 2019 – 17:41 WIB
Workshop Peningkatan Peran Indonesia peran Kerja sama IMT-GT : Evaluasi dan Tindak Lanjut Project Working Group on Human Resources Develompment, Eduacation, and Culture (WG HRD-EC) Indonesia, di Palembang. Foto: Kemnaker

jpnn.com, PALEMBANG - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berharap kerja sama saling menukar sistem informasi pasar kerja secara online antara tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand dapat meningkatkan tenaga kerja kompetitif, meningkatkan mobilitas tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi pasar kerja dalam memperkuat konektivitas tenaga kerja.

Harapan tersebut disampaikan oleh Sekjen Kemnaker Khairul Anwar dalam sambutan yang  dibacakan oleh Staf Ahli bidang Kerja Sama Hubungan Internasional Suhartono, saat membuka Workshop Peningkatan Peran Indonesia peran Kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand-Growth Triangle (IMT-GT) : Evaluasi dan Tindak Lanjut Project Working Group on Human Resources Develompment, Eduacation, and Culture (WG HRD-EC) Indonesia, di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (11/7).

BACA JUGA: Perusahaan Diminta Segera Menerapkan Standar K3 Baru

"Pertukaran informasi pasar kerja akan membantu ketiga negara dalam mengisi pasar kerja sub regional. Sehingga migrasi pekerja akan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja,” kata Suhartono.

BACA JUGA: Menaker: Insentif Pajak Pro-Vokasi Percepat Pemenuhan Tenaga Kerja Terampil

BACA JUGA: Menaker: Insentif Pajak Pro-Vokasi Percepat Pemenuhan Tenaga Kerja Terampil

Suhartono menambahkan kerja sama IMT-GT bukan kerja sama baru tetapi mengikuti Implementation Blueprint (IB) 2017-2021. Untuk mewujudkan IB tersebut, Pemerintah telah memiliki dua proyek yakni Jejaring Balai Latihan Kerja (Vocational Training Centre Networking /VTC-NET) dan  Sistem Informasi Pasar Kerja (Labour Market Information System /LMIS). 

Menurut Suhartono, saat ini, telah dilakukan revitalisasi terhadap lembaga pelatihan kerja dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) daerah secara fokus, massif dan perbaikan pelayanan informasi pasar kerja yang terintegrasi di tiga negara, sebagai wujud konkrit dalam mobilisasi tenaga kerja di wilayah sub regional.

BACA JUGA: Sertifikasi Kompetensi, Jaminan Kualitas Pekerja Indonesia

BACA JUGA: Perusahaan Diminta Segera Menerapkan Standar K3 Baru

"Kami juga menghimbau peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung implementasi dua proyek dimaksud dan memberikan usulan proyek baru yang dapat diimplementasikan sesuai IB 2017-2021," kata Suhartono.

Suhartono menambahkan, kerja sama IMT-GT merupakan kerja sama ekonomi sub regional yang terbentuk sejak 1993, sangat strategis dalam peningkatan perekonomian wilayah perbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Thailand. Fokus kerja sama IMT-GT di sepuluh provinsi yakni Banda Aceh, Sumut, Sumbar, Kepri, Sumsel, Riau, Babel, Jambi, Bengkulu dan Lampung. 

"Diharapkan working group HRD-EC ini mampu memberikan kontribusi positif terhadap kerja sama IMT-GT melalui kegiatan lebih konkrit dan bermanfaat bagi Indonesia," kata Suhartono seraya mengatakan melalui workhsop ini dapat dijadikan sebagai forum koordinasi dalam meningkatkan peran Indonesia pada kerja sama IMT-GT bidang ketenagakerjaan.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menghadapi Industri 4.0, Kemnaker Memperkuat Peranan Instruktur di BLK


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kemnaker  

Terpopuler