Indonesia Perlu Pengendalian Pandemi Covid-19, Jangan Ikuti Jejak Amerika Serikat

Rabu, 30 November 2022 – 17:35 WIB
Waspada kenaikan kasus aktif Covid-19. Tolong disiplin protokol kesehatan. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan bahwa pandemi Covid-19 telah berakhir di negaranya.

Hal ini disampaikan di tengah kenyataan bahwa angka kematian akibat Covid-19 masih sangat tinggi di Amerika Serikat.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Menyentuh Angka Sebegini pada Selasa, Pasien yang Dirawat Puluhan Ribu

Sikap Amerika Serikat ini diikuti oleh beberapa negara lain seperti Jerman dan Belanda yang juga turut menyatakan akhir masa pandemi di negara mereka. Vietnam dan Thailand pun mengikuti jejak Amerika Serikat.

Masa pandemi Covid-19 yang dinyatakan telah berakhir itu turut menghilangkan aturan pembatasan sosial

BACA JUGA: Ibu Kota China Diteror Covid-19, Begini Kabar Terbarunya

Namun, hal itu ternyata justru menimbulkan masalah baru yang mana kasus Covid-19 kembali meningkat.

Seperti dilansir oleh laman website John Hopkins University pada minggu kedua November 2022 terdapat 19.693.926 kasus baru dan 77.519 kematian akibat Covid-19.

BACA JUGA: Kabar Buruk, Tes CPNS Terdampak Lonjakan Covid-19 di China

Hingga saat ini Jerman dan Jepang masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia dengan 1,4 juta kasus dalam waktu 30 hari.

Posisi kedua dipegang oleh Korea Selatan dengan penambahan kasus penularan sebanyak 1 juta pasien dan jumlah kematian bertambah 858 orang.

Berikutnya adalah negara Amerika Serikat yang paling awal menyatakan bebas dari Covid-19.

Namun faktanya, Amerika Serikat tengah menghadapi peningkatan kasus Covid-19 sebanyak lebih dari 1 juta kasus dalam periode sebulan terakhir.

Setelah mengumumkan bahwa wabah Covid-19 telah dinyatakan berakhir, beberapa negara seperti Belanda, Jerman dan Amerika Serikat kembali menata perekonomian yang sempat hancur akibat terjangan wabah.

Namun, hingga saat ini tidak ada perubahan yang signifikan terhadap tatanan ekonomi sejak keputusan mengakhiri wabah dibuat. Terutama Belanda yang kini justru mengalami krisis ekonomi yang cukup parah.

Pada Oktober 2022, Presiden Jokowi menyatakan bahwa ada kemungkinan bahwa dalam waktu dekat bisa saja wabah Covid-19 dinyatakan berakhir oleh pemerintah Indonesia.

Menyikapi hal itu, para ahli sudah mengingatkan agar pemerintah Indonesia tetap waspada.

Mantan Direktur Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama telah mengimbau pemerintah untuk tetap memberlakukan PPKM dan waspada jika status wabah Covid -19 dicabut dari pandemi menjadi endemi.

“Virus masih akan selalu ada di komunitas walaupun tidak menimbulkan dampak yang berarti. Banyak hal dan karakteristik Covid-19 yang belum diketahui dan hanya akan terjawab seiring dengan perkembangan teknologi di masa depan," ujar Tjandra di Jakarta.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI kembali mengimbau pelaksanaan vaksin booster bagi warga.

Mengingat pandemi masih melanda dunia, dan semakin banyak variasi COVID-19 yang bermunculan, Indonesia harus lebih berhati-hati dalam membatalkan PPKM dan mengimbau lebih banyak orang untuk mendapatkan vaksinasi termasuk vaksin booster.

"Hal ini untuk melindungi seluruh warga negara Indonesia dari segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Mengingat varian virus Covid-19 yang sangat beragam dan pandemi juga belum berakhir. Untuk itu kerja sama seluruh pihak terkait sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya," pungkasnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler