Indonesia-Swedia Sepakat Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Senin, 22 Mei 2017 – 19:53 WIB
Presiden Joko Widodo bersama ibu negara, Iriana menjamu Raja Swedia Carl XVII Gustaf berserta istri di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (22/5). Foto: Biro Pers Setpres

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia dan Swedia yang memiliki banyak persamaan dalam hal politik luar negeri.

Melalui kesamaan tersebut, pemerintah berharap hubungan dan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi dapat lebih ditingkatkan.

BACA JUGA: Jokowi Akan Sambut Kunjungan Raja Swedia di Istana Bogor

Itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan pers bersama dengan Raja Swedia Carl XVII Gustaf di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (22/5).

"Indonesia dan Swedia memiliki banyak sekali persamaan dalam politik luar negeri. Berperan aktif dalam pasukan perdamaian PBB, mendukung kemerdekaan Palestina, dan bahkan kita sepakat kerja sama trilateral untuk membantu Palestina sejak 2015. Ini tentu merupakan aset yang harus dikapitalisasi," ujar Jokowi.

BACA JUGA: Oalah, Ternyata Ini Rahasia Dapur Pak Jokowi

Kunjungan Raja Swedia ini merupakan sebuah kunjungan yang bersejarah. Sebab, ini untuk pertama kalinya sejak 65 tahun menjalin hubungan bilateral, pemimpin Swedia melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Menurut Jokowi, Swedia merupakan mitra perdagangan terbesar bagi Indonesia di kawasan Nordic. Itu ditandai dengan angka investasi yang telah dikeluarkan Swedia pada tahun 2016.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya 4 Prajurit TNI di Natuna

"Angka investasi Swedia meningkat lebih dari 1.400 persen di tahun 2016 dibandingkan tahun 2015. Jumlah turis juga meningkat 15 persen pada tahun 2016 dan merupakan kunjungan terbesar dari negara Nordic," ucap mantan gubernur DKI Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya bersepakat untuk menjalin kerja sama antarkedua negara yang lebih konkret. Dalam hal bisnis, akan diwujudkan melalui Forum Eksekutif Indonesia-Swedia.

"Yang Mulia Sri Baginda Raja Carl Gustaf ke-16 juga membahas upaya pengembangan kerja sama di bidang energi baru terbarukan melalui kerja sama yang konkret," jelas presiden.

Setidaknya ada tiga kesepakatan kerja sama yang ditandatangani dalam pertemuan tersebut.

Di antaranya mengenai bebas visa untuk paspor diplomatik dan dinas, kerja sama di bidang transportasi, navigasi udara, dan airport, serta sektor industri kreatif.

"Beberapa kerja sama juga ditandatangani secara terpisah, yaitu kerja sama di bidang inovasi, kewirausahaan, science park, dan pembiayaan pendidikan," tambahnya.

Menanggapi pernyataan Presiden Jokowi terkait dengan kesamaan kedua negara, Raja Swedia memiliki pandangan yang sama.

"Kolaborasi ini didasarkan pada nilai fundamental yang sama-sama kami anut. Seperti demokrasi, kebebasan berpendapat, dan toleransi," ujar Raja Carl.

Dia juga memuji pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah.

Kebijakan yang digulirkan sejak awal masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla tersebut disebutnya sebagai sebuah investasi terbaik bagi masa depan Indonesia.

"Saat ini Indonesia membuat sebuah investasi yang sangat baik untuk masa depan, seperti misalnya pembangunan infrastruktur dan pengembangan energi.

Ini adalah kesempatan bagi kita untuk dapat bekerja bersama-sama," ucap dia.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Presiden Jokowi Bertolak ke Natuna Saksikan Latihan Perang PPRC TNI


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler