Industri Properti Mulai Pulih, Jabodetabek Area Paling Diminati

Sabtu, 27 Agustus 2022 – 18:50 WIB
Properti di Jakarta Selatan, Tangerang dan Bandung merupakan area paling diminati di luar DKI Jakarta. Foto: Humas 99 Group

jpnn.com, JAKARTA - Data 99 Group mencatat masa pemulihan bisnis properti di Indonesia terjadi sepanjang semester I/2022. Pemulihan itu tepatnya terjadi mulai Januari hingga Juni 2022.

Fluktuasi minat kepemilikan properti yang terus membaik tersebut tercatat dengan baik dalam data 99 Group. 

BACA JUGA: Konon Jika IKN Pindah, Harga Properti di Jakarta Bakal Melejit, Kok Bisa?

Tercatat lokasi populer seperti Jakarta Selatan yang masih jadi incaran konsumen, dengan Tangerang dan Bandung sebagai area paling diminati di luar DKI Jakarta.

Beranjak ke tipe dan harga properti yang diminati juga menunjukan tren menarik selama dua kuartal 2022 hingga Juli kemarin.

BACA JUGA: Krakatau Sarana Properti Siap Berperan dalam Pembangunan IKN

Meskipun rumah tapak masih jadi primadona pilihan masyarakat saat membeli properti, apartemen juga mulai menunjukan kenaikan tren pertumbuhan positif.

Tipe properti ini bahkan mengalami kenaikan peminat yang sangat tinggi dibanding tahun sebelumnya.

"Kami juga melihat adanya potensi baru dari kenaikan permintaan tanah atau lahan yang makin banyak dicari konsumen,” papar VP of Finance - Strategy and IR Role 99 Group Indonesia, Timothy Alamsyah.

Jabodetabek Diincar Lebih dari 60 persen Pencari Properti di Indonesia selama 2022

Demografi pasar pencari properti turut memperlihatkan perubahan yang menarik.

Sebagai daerah pusat ekonomi strategis, kawasan Jabodetabek masih keluar sebagai pilihan utama para pencari properti yang mencari rumah impian, berdasarkan indeks 99 Group yang berasal dari portal utamanya, yakni Rumah123.com.

Berdasarkan statistik 99 Group pada semester I/2022, sebanyak 62 persen pengguna Rumah123.com mencari properti di kawasan Jabodetabek, dengan 31 persen di antaranya fokus di area Jakarta.

Dari segi harga, properti dengan yang dipasarkan di bawah 400 juta sampai dengan 1 miliar rupiah masih menjadi yang paling diminati oleh lebih dari 40 persen konsumen saat ini. Tren unik juga terjadi untuk properti di kisaran harga Rp1-5 miliar yang mengalami pertumbuhan porsi minat.

Walaupun properti Rp 400 juta sampai 1 miliar masih mendominasi persentase kisaran harga yang paling diminati konsumen, kenaikan permintaan di rentang harga Rp 1-5 miliar menjadi fenomena menarik.

"Banyak para pencari properti yang mulai melihat potensi investasi di hunian premium yang menjanjikan, khususnya selama pandemi yang membuat pasar tipe rumah ini sangat prospektif,” papar Timothy.

Selain harga, survei konsumen 99 Group membuktikan bahwa faktor lokasi dan fasilitas masih jadi prioritas utama konsumen saat membeli properti.

Pembelian properti dengan metode kredit bank atau KPR masih jadi pilihan utama konsumen, dengan cash keras jadi alternatif lain yang cukup diminati. Berbanding lurus dengan data tersebut, potongan harga merupakan promosi yang paling diharapkan konsumen dari developer.

“Untuk menarik perhatian konsumen, pihak developer bisa fokus untuk memberikan promo harga dan KPR, baik berupa diskon maupun cashback. Sementara konsumen bisa memanfaatkan promo KPR dari developer yang bekerja sama dengan bank,” ujar Direktur MASGROUP Suwandi Tio.

Lebih lanjut Suwandi memaparkan strategi pemasaran digital yang turut diadopsi oleh para pebisnis properti, termasuk MASGROUP, guna menjangkau konsumen yang kini aktif mencari hunian secara online.

Hal inilah yang juga melatari kerja sama antara MASGROUP dengan platform pencarian properti terkemuka seperti 99 Group untuk membantu meningkatkan kapasitas pemasaran produk hunian yang mereka hadirkan.

Di sisi lain, CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan secara umum kinerja pasar perumahan tahun 2021 relatif lebih baik dibandingkan tahun 2020 dengan kenaikan unit terjual 27,3 persen dan kenaikan nilai penjualan 69,0 persen.

"Kami juga melihat prospek pertumbuhan yang sangat baik pada 2022, dengan recovery pasar properti yang stabil. Seperti yang diprediksi sebelumnya, bahwa kemungkinan pasar akan kembali ke segmen yang lebih ‘membumi’ dengan target end-user pada pergerakan pasar ke depan," ujarnya.

Ali juga menambahkan jika nilai penjualan rumah di Jabodebek-Banten pada kuartal II/2022 mengalami kenaikan 17,8 persen yang meningkat signifikan setelah dalam dua triwulan mengalami penurunan.

BACA JUGA: Jawaban Kamaruddin Soal Isu LGBT dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

“Dengan dinamika pasar global yang secara tidak langsung dapat memengaruhi pasar properti Tanah Air, kami jadi harus selalu bersiap untuk bisa terus maju ke depan. Dibutuhkan kerja sama strategis antara pemerintah dan pihak swasta dalam merumuskan langkah-langkah yang tepat untuk bisa mendorong kemajuan sektor properti di Indonesia,” tutup Ali.(ray/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler