Info Terbaru dari Letkol (Pnb) Slamet Soal Kotak Hitam Pesawat Susi Air

Sabtu, 25 Juni 2022 – 18:45 WIB
Tom SAR gabungan mengevakuasi penumpang dan pilot pesawat Susi Air yang mengalami insiden dalam penerbangan Timika-Duma, Kamis (23/6) . (ANTARA/HO/Dok Lanud Timika)

jpnn.com, JAYAPURA - Kotak hitam pesawat Susi Air Pilatus Porter PC-6 dengan nomor penerbangan PK- BVM masih berada di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan di pedalaman Duma, Kabupaten Paniai, Papua. Pesawat Susi Air yang dipiloti Doyle Peter membawa enam penumpang mengalami insiden dalam penerbangan Timika-Duma, Kamis (23/6).

"Memang benar hingga kini kotak hitam masih berada di TKP dan belum diambil," kata Komandan Lanud Yohanes Kapiyau Timika Letkol (Pnb) Slamet Suhartono ketika dihubungi Antara dari Jayapura, Sabtu (25/6).

BACA JUGA: Airnav Indonesia Ungkap Kronologi Kecelakaan Pesawat Susi Air di Papua

Letkol (Pnb) Slamet mengatakan belum bisa memastikan kapan kotak hitam pesawat Susi Air itu diambil karena masih menunggu izin dari Panglima TNI terkait penggunaan heli Caracal milik TNI-AU.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah menyurati Panglima TNI guna meminta bantuan penggunaan helikopter untuk mengambil kotak hitam.

BACA JUGA: Susi Air Jatuh, Ada 7 Penumpang

Menurut Slamet, lokasi pesawat Susi Air mengalami musibah itu terletak di tengah hutan. Awalnya Susi Air menyiapkan pesawat jenis Pilatus miliknya untuk bersama anggota KNKT ke TKP.

Namun,  pesawat tersebut hanya dapat mendarat di Duma dan untuk ke TKP membutuhkan waktu sekitar satu atau dua hari berjalan kaki. "Sehingga rencana tersebut tidak bisa dilaksanakan," kata Slamet.

BACA JUGA: Brigjen Ramadhan Pastikan 7 Penumpang Susi Air Ditemukan Selamat

Dia mengaku penggunaan helikopter Caracal disetujui, maka tim akan diturunkan di lokasi tempat korban dievakuasi. Kemudian, berjalan kaki ke TKP yang ditempuh sekitar satu jam perjalanan.

"Lanud Timika siap mendukung pengambilan kotak hitam dengan menggunakan helikopter Caracal yang saat ini masih berada di Timika," pungkas Letkol (Pnb) Slamet Suhartono. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler