Ingat! TNI Tidak Tinggal Diam

Selasa, 11 Juli 2017 – 08:12 WIB
Prajurit TNI. Ilustrasi Foto: dok.Jawa Pos Group/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Satu bulan terakhir, telah terjadi tiga insiden penyerangan yang menyasar prajurit TNI.

Yakni penusukan Prada Ananda Puji Santoso (Jakarta), penikaman Serda Musaini (Riau), dan pengeroyokan Prada Yanuar Setiawan (Bali).

BACA JUGA: Geng Motor Beraksi Lagi, Korbannya Dibacok di Flyover

Nahas, nyawa dua nama terakhir tidak dapat diselamatkan. Menyikapi hal itu, TNI AD melakukan evaluasi untuk mengambil langkah.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono sudah memberi instruksi agar matra angkatan darat memberi perhatian terhadap insiden penyerangan prajurit TNI AD.

BACA JUGA: Serda Musaini Gugur Saat Bubarkan Geng Motor

”Dari TNI AD secara internal akan menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi situasi seperti ini,” terang dia ditemui kemarin (10/7).

Pria yang akrab dipanggil Denny itu mengakui, instansinya memang tidak memiliki kewenangan bersentuhan dengan penegakan hukum terhadap pelaku penyerangan.

BACA JUGA: Mabes TNI Pastikan Oknum Tentara Pemukul Petugas Bandara sudah Pensiun

Namun, mereka tidak lantas tinggal diam. Sebab, penyerangan tersebut dilakukan oleh kelompok yang juga mengganggu kenyamanan masyarakat.

”Laporan gangguan geng motor kecenderungannya meningkat,” kata dia.

Denny menjelaskan, TNI AD sebagai salah satu pilar keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) punya tanggung jawab memastikan kenyamanan masyarakat.

”Kami membantu kepolisian terkait dengan penertiban atau hal-hal yang menyangkut kamtibmas,” tegasnya.

Termasuk di antaranya pemberantasan kelompok yang dengan sengaja menimbulkan gangguan di lingkungan masyarakat.

Karena itu, TNI AD tidak melarang apabila masing-masing satuan di bawah naungan matra angkatan darat mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan hal tersebut.

Termasuk di antaranya instruksi untuk menumpas geng motor yang dikeluarkan oleh Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan pasca tewasnya Serda Musaini.

”Semua panglima kodam (pangdam) akan melakukan hal yang sama kalau terjadi hal itu di wilayahnya,” kata Denny.

Tentu saja, itu dilakukan dengan perhitungan matang. Perwira tinggi TNI AD dengan satu bintang di pundak itu yakim Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Somantri sudah berkomunikasi dengan pimpinan institusi di bawah naungan Polri.

”Mereka pasti akan berkoordinasi dengan kapolda untuk menanggulangi menanggulangi masalah geng motor,” jelasnya.

Itu sesuai instruksi yang disampaikan oleh KSAD. ”Tingkatkan pengawasan, bantu polisi,” ucap Denny. TNI AD tidak ingin insiden serupa yang menimpa Serda Musaini atau Prada Yanuar Setiawan terulang.

”Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi seperti itu lagi,” sambungnya. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap gangguan keamanan yang berpotensi mengancam keselamatan mereka.

Soal langkah antisipasi, TNI AD berniat meningkatkan frekuensi pembinaan masyarakat. Dengan mengandalkan pendekatan teritorial. Selain itu, mereka juga bakal melakukan pembinaan secara personal.

”Untuk menyadarkan mereka (geng motor),” imbuhnya. Harapnnya, gangguan keamanan oleh kelompok tersebut tidak meluas. Sehingga tidak perlu dilakukan langkah-langkah hukum seperti di Riau. (syn/)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapuspen TNI: Pelaku Penamparan Petugas Bandara Soekarno-Hatta Bukan Anggota TNI Aktif


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler