Ingin Ulangi Memori Manis

Sabtu, 12 Januari 2013 – 14:07 WIB
MALANG–Arema Indonesia sudah mengawali kompetisi Indonesia Super League dengan gebrakan positif. Kemenangan besar atas Persidafon sempat membuat Singo Edan bertengger di puncak klasemen sementara ISL.

Namun, posisi puncak ini digeser Sriwijaya FC yang kemarin menang 3-2 atas Barito Putra. Singo Edan berada diperingkat kedua. Namun, Arema akan kembali ke puncak klasemen asalkan harus memenangkan pertandingan melawan Persiram, Minggu (13/1) besok  di Stadion Kanjuruhan.

Diharapkan, tim berlogo singa kembali menampilkan kegarangannya di hadapan tamunya, tim Dewa Laut julukan Persiram Raja Ampat. Minimal Arema bisa memperagakan permainan seperti laga perdana.

Untuk memenuhi ekspektasi Aremania dan publik sepakbola Malang Raya, pelatih Rahmad Darmawan (RD) butuh semua amunisinya. Termasuk winger muda yang sudah sembuh total dari cedera, Qischil Gandrum Minny.

Qischil mengaku sudah menyelesaikan program recovery dan berada dalam kondisi fit untuk turun di laga kedua ISL.  “Kondisi sudah 98 persen, semoga saat main sudah siap seratus persen. Tapi kalau memang hendak diturunkan RD, saya siap,” ungkap Qischil kepada Malang Post (Grup JPNN).

Kesiapan pemain kelahiran 22 Juli, 25 tahun lalu itu mungkin tidak lepas dari besarnya keinginan membela tim berlogo singa. Pasalnya, Qischil belum turun dalam partai perdana ISL lalu karena masih dalam tahap pemulihan atau recovery cedera. Namun, dengan kondisinya sekarang, pemain asal Nganjuk itu sudah siap menjalani pertandingan resmi pertamanya bersama Arema.

Apalagi, Qischil memiliki sejarah manis ketika menghadapi Persiram di klub yang berbeda. Saat masih berbaju Deltras Sidoarjo, pemain dengan tinggi 174 sentimeter berhasil menyarangkan bola ke gawang Persiram. Bukan satu gol, tetapi dua biji gol yang bisa dimasukkan oleh Qischil.

Jelas, pemain yang dikenal karena kecepatan atau speednya ini ingin mengulang memori manis dengan memakai kostum Arema. Optimisme pun diusung oleh Qischil.

“Kalau saya rezeki pasti akan ada kesempatan mencetak gol lagi, karena dulu saya sudah pernah mencetak dua gol ke gawang Persiram,” ujarnya.

Tapi, Qischil tetap berpedoman pada instruksi dan strategi yang diarahkan oleh RD. Dimanapun posisi yang harus ditempati, bapak satu anak itu mengaku siap. Pasalnya, target khususnya mencetak gol tidak melebihi keinginannya untuk memenangkan pertandingan dan merebut poin penuh di kandang.

“Soalnya menang itu harga mati, lebih penting menang daripada cetak gol tapi kalah,” tegas Qischil. (fin/jon)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Guardiola Bergaji Tertinggi?

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler