Ini 5 Mitos Gerhana Matahari yang Tak Perlu Dipercaya

Kamis, 26 Desember 2019 – 17:11 WIB
Gerhana Matahari Cincin Api. Foto: Reuters/Kim-Kyung Hun/ANTARA

jpnn.com - Gerhana matahari, dalam hal ini gerhana matahari cincin beserta mitos-mitosnya, merupakan fenomena yang selalu sukses bikin masyarakat penasaran dan heboh.

Pasalnya, jika berhasil menangkapnya dengan kamera profesional, kondisi tersebut tergambarkan dengan sangat unik! Seperti melihat cincin api di langit gelap. 

BACA JUGA: Ini Penjelasan Tentang Gerhana Matahari Cincin yang Hanya Muncul di 26 Desember 2019

Di tengah-tengah kehebohan untuk mengabadikan momen, ternyata masih ada juga beberapa orang yang mempercayai mitos terkait gerhana matahari. Misalnya saja, saat kondisi tersebut berlangsung, perilaku serta keadaan tubuh menjadi berubah.

Untung saja, NASA sudah membantah lima mitos yang terlanjur berkembang di masyarakat, antara lain:

1. Gerhana Matahari Bisa Ganggu Kesehatan Seseorang

BACA JUGA: Istimewa! Gerhana Matahari Cincin Bisa Dilihat di 7 Daerah di Sumut

Mungkin bagi Anda yang belum tahu, atau yang sudah tahu tetapi tak terlalu ambil pusing, akan mengernyit dahi setelah membaca mitos gerhana matahari yang pertama ini. Bagaimana bisa fenomena astronomi ini sampai bisa mempengaruhi kesehatan?

NASA pun sudah memberikan pernyataan bahwa tidak ada hubungan antara gerhana matahari dengan kesehatan seseorang. Andai kata ada segelintir orang yang sakit bertepatan dengan segarisnya bulan, matahari, dan bumi ini, maka itu hanya kebetulan saja. Coba bandingkan dengan jumlah orang yang baik-baik saja, tentu akan lebih banyak orang yang sehat.

BACA JUGA: Siapkan Teropong Buat Melihat Gerhana Matahari Cincin 26 Desember

Begitu pula dengan mitos yang menyatakan bahwa gerhana matahari dapat membawa kesialan. Fenomena yang terjadi antara dua hingga empat tahun sekali ini tidak ada hubungannya juga dengan hal tersebut.

Malahan, bila Anda terus memikirkannya, akan muncul sugesti-sugesti negatif yang seakan-akan membenarkan soal keburukan itu. 

NASA menuturkan, gerhana matahari adalah penegasan kembali adanya keteraturan “jarum jam” luhur ke alam semesta. Ini sempat dikagumi oleh Sir Isaac Newton beratus-ratus tahun yang lalu. Jadi, tak perlu takut sakit saat gerhana matahari cincin terjadi.

2. Gerhana Matahari Pasti Menyebabkan Kebutaan

NASA mengungkapkan, selama gerhana matahari total, bulan menutupi matahari sepenuhnya, sehingga hanya sinar korona yang nampak dan itu aman untuk dilihat.

Pasalnya, saat gerhana matahari total berlangsung, cahaya matahari akan redup satu juta kali. Tidak ada cahaya korona yang dapat melintasi 150 juta kilometer ruang angkasa dan menembus atmosfer.

Beda kondisinya apabila Anda melihat saat matahari sebelum gerhana total berlangsung. Sinar matahari yang cemerlang akan menyebabkan kerusakan retina alias retinopati dan itu dibenarkan pula oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter.

“Retina merupakan tempat saraf mata. Jika bagian tersebut menerima cahaya ekstrem dalam jangka waktu yang lama, maka akan rusak. Gejalanya tidak langsung muncul, tetapi bisa 12 jam kemudian. Biasanya, penderitanya mengalami sakit kepala, lalu penglihatannya akan terus menurun. Hati-hati kalau sudah begitu, bisa menyebabkan buta,” pungkas dr. Alvin. 

Meski NASA sudah mengatakan bahwa aman-aman saja melihat gerhana matahari total, tetapi tak ada salahnya untuk melindungi mata saat menatap fenomena tersebut supaya lebih aman. Adapun perlengkapan yang bisa dimanfaatkan, yaitu kacamata khusus sinar UV dan proyektor lubang jarum. 

3. Gerhana Matahari Bisa Meracuni Makanan

Ada yang mengatakan bahwa gerhana matahari menciptakan radiasi yang mampu merusak makanan. Kemunculan mitos tersebut mungkin disebabkan oleh banyaknya bahan makanan yang rusak, khususnya makanan kemasan, apabila disimpan di tempat yang terlalu panas ataupun di tempat yang langsung terpapar sinar matahari. 

Benar memang. Namun, kalau begitu, tak perlu menunggu sampai ada gerhana matahari, bukan? Gerhana matahari itu sendiri tidak menimbulkan efek apapun terhadap makanan Anda. Jadi, tetap simpanlah bahan makanan di tempat yang bersih dan kering.

4. Gerhana Matahari Dapat Memengaruhi Kehamilan

Mitos bahwa menonton gerhana matahari dapat mempengaruhi kehamilan juga salah. NASA melaporkan, matahari memang memiliki fusi nuklir. Dan, partikel-partikelnya yang disebut neutrino juga akan mencapai bumi.

Menurut NASA, setiap detik, tubuh seseorang memang akan terpapar triliunan neutrino, tak peduli itu saat gerhana maupun dalam keadaan yang normal-normal saja. Tubuh manusia sudah terancang untuk menerima hal tersebut, sehingga sama sekali tidak berbahaya, bahkan bila Anda sedang hamil.

5. Gerhana Matahari Dapat Mempengaruhi Kondisi Mental

Banyak orang percaya bahwa kejadian langka gerhana matahari memiliki efek psikologis pada manusia. Misalnya saja, agitasi, mimpi buruk, “ledakan” kreativitas yang tiba-tiba, dan jauh lebih sensitif sehingga sulit berbicara menggunakan logika.

Hingga kini, belum ada penelitian akurat yang mengatakan bahwa memang ada hubungan antara gangguan psikologis dengan gerhana. Bisa saja itu hanya kebetulan atau sugesti. Jadi, tak perlu terlalu ambil pusing bila ada gerhana matahari, demi mencegah adanya pikiran negatif yang bisa “membenarkan” kondisi Anda. 

Itu dia lima mitos gerhana matahari yang berhubungan dengan kesehatan dan tak perlu dipercaya. Nikmati saja momen langka itu dan jalani hari seperti biasa.

Bila Anda hanya menganggapnya sebagai pemandangan astronomi, apalagi Anda juga sudah memakai pelindung mata dan tak menatap terlalu lama, tidak ada yang harus dikhawatirkan.(RPA/AYU/klikdokter)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler