Ini Alasan Pemda Natuna Kukuh Ingin Bertemu Jokowi

Rabu, 05 Februari 2020 – 08:41 WIB
Joko Widodo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPRD Kabupaten Natuna Andes Putra berharap dirinya bersama Bupati Abdul Hamid Rizal dan tokoh masyarakat bisa bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mereka ingin menyampaikan aspirasi warganya yang waswas karena daerah itu dijadikan lokasi observasi ratusan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok.

BACA JUGA: Warga Natuna Tuntut Jaminan Keamanan dan Kompensasi dari Pemerintah

Andes mengatakan bahwa DPRD bersama pemerintah daerah Natuna sekarang mencoba meyakinkan masyarakat bahwa WNI yang diobservasi di Bandara Raden Sadjad Ranai belum dinyatakan positif terinfeksi dan tidak terindikasi virus Corona.

Namun, mereka perlu bertemu langsung dengan Kepala Negara dan menyampaikan langsung aspirasi masyarakat yang menunggu mereka di daerah.

BACA JUGA: Mahfud Akan Ikut Istigasah dengan Warga Natuna

"Tuntutan kami harus sampai ke presiden. Kami tetap menunggu untuk bertemu langsung dan menyampaikan aspirasi itu kepada Pak Presiden," ucap Andes di Kompleks Parlemen, Selasa (4/2).

Selain menyampaikan tuntutan masyarakat soal jaminan keamanan, dia juga ingin menjelaskan langsung kesimpangsiuran data di publik mengenai penolakan yang dilakukan masyarakat. Antara lain soal minimnya sosialisasi, terkait jarak lokasi karantina ke pemukiman dan lainnya.

BACA JUGA: Enggak Usah Cipika Cipiki, Nanti Kena Virus Corona

"Kami ingin menjelaskan secara langsung data-data yang kami anggap pembohongan publik. Kami merasa disudutkan karena efeknya dari daerah luar mem-bully kami dengan data seperti itu. Alasan kami menolak tepat, kan ada alasan kami menolak. Sosialisasi kurang, jarak amannya berapa," tutur Andes.

Soal jarak misalnya, masyarakat resah karena adanya perbedaan antara yang disampaikan pemeritah pusat dengan fakta di lapangan. Sebab, penjelasan pemerintah, jaraknya hanggar pesawat sebagai lokasi karantina dengan permukiman sekitar 5 km.

"Itu juga yang membuat kami merasa resah, data itu dari mana? Jarak dari hanggar ke pemukiman masyarakat, ke Penagi hanya 1,2 km, dari kantor saya itu hanya 1,4-1,7 km. Kan ada juga yang menyatakan jarak aman 2-3 km. Nah jadi kami resah dong, di bawah dua kilometer. Itu yang membuat kami resah dan waswas. Kami ingin memberi kebenaran terhadap informasi itu," tandasnya. (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Natuna   Virus corona   Jokowi  

Terpopuler