Ini Alasan Polisi Serahkan Penyidikan Kasus Kecelakaan di Sungai Sebangau ke Denpom

Selasa, 10 Maret 2020 – 23:49 WIB
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan perkembangan penanganan kecelakaan air di Sungai Sebangau Kota Palangka Raya yang menewaskan tujuh orang, Selasa (10/3/2020). ANTARA/Adi Wibowo

jpnn.com, PALANGKA RAYA - "Penyidikan perkara tersebut telah kami serahkan ke Denpom XII/2 Palangka Raya karena motoris speed boat anggota TNI AD dari Den Bekang, makanya diserahkan ke mereka," kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan di Palangka Raya, Selasa.

Hendra menjelaskan, untuk masalah pencocokan dan penelitian data jumlah penumpang kedua 'speedboat' yang mengalami kecelakaan tersebut sudah disampaikan kepada TNI AD sebagai bahan data penyidikan.

BACA JUGA: Belanda Berdukacita Atas Kecelakaan di Sungai Sebangau

Empat orang penumpang speedboat dari Taman Nasional Sebangau yang ditemukan selamat, juga dimintai keterangan. Selanjutnya, keterangan tersebut juga diserahkan kepada pihak Denpom sebagai bahan penyidikan.

"Karena motoris dari warga sipil bernama Mansyah meninggal dan motoris dari anggota TNI masih hidup makanya penyidikannya kami serahkan ke pihak Denpom," katanya.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Pesan untuk Honorer K2 Lagi, Rombongan Paspamres Kecelakaan di Sungai Sebangau

Polda Kalimantan Tengah terus membantu pihak Denpom dengan memberikan data-data terkait peristiwa yang menimpa anggota TNI AD dan pegawai TN Sebangau. Tujuannya untuk mempermudah penyidikan guna mengetahui bagaimana persis kejadian tersebut.

"Apa yang kami lakukan sejak awal tidak lain dengan tujuan agar mempermudah penyidikan oleh pihak Denpom dalam menangani peristiwa tersebut," katanya.

BACA JUGA: Lina Akhirnya Ungkap Alasan Potong Organ Vital Suaminya, Oh Ternyata

Perwira Polri berpangkat melati tiga itu menjelaskan, sebelum terjadinya kecelakaan air yang menewaskan tujuh orang tersebut sebelumnya pada Senin (9/3/2020) sekitar 10.00 WIB, tim survei rute kunjungan pengamanan VVIP Raja Wilem Alexander dan Ratu Maxima yang dipimpin Dandim 1011/Kapuas melakukan persiapan pengecekan spot-spot yang akan dikunjungi.

Setelah melakukan persiapan, rombongan yang berjumlah 19 orang termasuk Dandim Kuala Kapuas melakukan pengecekan spot yang akan dikunjungan raja dan ratu belanda tersebut.

Selesai memeriksa tempat tersebut, rombongan menuju pulang, namun sesampainya di tikungan murung dari arah yang berlawanan muncul speedboat dari petugas TN Sebangau.

Entah bagaimana tiba-tiba kecelakaan terjadi sehingga kedua alat transportasi rusak dan penumpangnya terlempar. Speedboat yang ditumpangi anggota TNI AD itu terbalik dan speedboat milik TN Sebangau terbelah.

"Ada dua versi, ada yang mengatakan bertabrakan seperti 'adu domba' dan ada pula yang menyebutkan menabrak samping speedboat salah satu diantara mereka. Maka dari itu hal tersebut masih dilakukan penyelidikan," bebernya.

Ditambahkan mantan Kapolres Kota Palangka Raya tersebut, mengenai apakah para korban kecelakaan air yang hidup maupun meninggal dunia menggunakan pelampung apa tidak, hal itu masih diselidiki.

BACA JUGA: Berita Duka, Azhari Meninggal Dunia secara Mengenaskan di Bawah Jembatan Peunayong

"Menggunakan pelampung saat berada di atas speedboat atau tidak, itu juga masih diselidiki," demikian mantan Kepala Sekolah Polisi Negara Tjilik Riwut tersebut.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler