Ini Alasan Warga Prancis Nekat ke Kawah Gunung Agung

Minggu, 08 Oktober 2017 – 23:06 WIB
Video kawah Gunung Agung beredar di media sosial berbagi video. Foto: YouTube

jpnn.com, BALI - Nama Karl Kaddouri belakangan sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

Warga Prancis itu menerobos zona berbahaya di kawasan erupsi Gunung Agung.

BACA JUGA: BNPB Geram Ada Warga Asing Unggah Video Kawah Gunung Agung

Yaitu di radius 9 km dari puncak kawah dan 12 km di sektor utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya dari puncak kawah Gunung Agung.

Kaddouri diperingatkan menyusul munculnya video kondisi Gunung Agung di akun Facebook-nya.

Di video yang diunggah Jumat (6/10) itu, seorang pria tampak sedang membuat video blog dalam bahasa Prancis.

Di belakang pria tersebut tampak kondisi kawah gunung yang mengeluarkan kepulan asap tipis.

Jawa Pos berusaha menghubungi Karl melalui akun Facebook miliknya. Karena tak lancar berbahasa Indonesia, dia meminta istrinya menjelaskan perjalanannya ke Gunung Agung.

Begix, begitu istri Karl disapa, menuturkan, perjalanan Karl itu dilakukan pada Kamis dini hari (5/10).

"Dia pergi pagi dini hari saat saya masih tidur. Dan pulang pada hari yang sama," ujar Begix tadi malam.

Menurut dia, niat suaminya itu semata-mata untuk menunjukkan kecintaannya pada Bali.

Karl yang sudah lima tahun berada di Bali sudah bersama Begix empat tahun lalu.

Selama di Bali, Karl bekerja membantu istrinya dan mengurus anak. "Niatnya baik," jelas Begix.

Begix yang asli Bali menyebut, Karl tahu persis risiko yang mengancam nyawanya saat mendaki Gunung Agung.

Tapi, Karl merasa perlu melakukan pendakian berbahaya itu.

Karena aksinya itulah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk tidak menerobos zona berbahaya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, tindakan menerobos zona terlarang itu amat berbahaya. Risikonya bisa meninggal dunia.

Dia mencontohkan, pada 2014 ada 17 orang yang tewas karena terkena awan panas saat nekat menerobos zona berbahaya Gunung Sinabung.

"Jika terjadi letusan, suhu lava pijar yang keluar dari kawah sekitar 700 sampai 1.200 derajat Celsius. Begitu juga awan panas dengan kecepatan sekitar 200 sampai 300 kilometer per jam dengan temperatur 600-800 derajat Celsius. Ini sangat mematikan bagi orang yang ada di dekatnya," terang dia.

Penjagaan menuju area Gunung Agung pun akan diperketat setelah munculnya video tersebut.

Sutopo mengungkapkan, selama ini pihaknya hanya bisa mengimbau masyarakat agar tidak menerobos area terlarang. (jun/c9/c17/oki/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler