Ini Cara Mengetahui Produk Perawatan Kulit yang Aman

Minggu, 29 September 2019 – 19:00 WIB
Ilustrasi krim perawatan kulit. Foto : Pixabay

jpnn.com - PRODUK perawatan kulit dan kecantikan mulai marak beredar di kalangan para wanita modern. Mulai dari yang murah hingga mahal, lokal maupun internasional. 

Tetapi hal utama yang patut diwaspadai adalah keamanannya saat membeli skin care untuk perawatan kecantikan.

BACA JUGA: 5 Cara Mencerahkan Kulit Wajah

Sebelum berbelanja skin care, sebaiknya Anda mengetahui tips ini : 

BPOM

BACA JUGA: Manfaat Teh Dandelion untuk Kesehatan Kulit Hingga Liver

BPOM itu tidak mengeluarkan satu izin untuk semua produk. Jadi pembeli harus cek dan ricek kembali, apakah semua produk mereka sudah ada tambahan nomor seri BPOM nya masing- masing. Jangan sampai kita membeli serangkaian perawatan lengkap tapi ada yang belum lolos BPOM.

Memiliki Klinik Kecantikan Sendiri

BACA JUGA: 7 Masalah Kulit yang Mirip Jerawat

Produk yang dikeluarkan oleh klinik kecantikan sudah pasti terjamin keamanannya. Dokter akan menyarankan produk sesuai dengan kebutuhan kulit kita. Maka dari itu, sebelum membeli disarankan berkonsultasi kepada dokter yang praktik di klinik tersebut.

Tempat Produksi

Sebagai customer kekinian, kita harus jeli menelusuri darimana produk-produk berasal. Perusahaan kosmetik yang benar dan resmi sudah pasti akan mencantumkan nama dan alamat pabrik tempat mereka memproduksi. Itu membuktikan produk-produk tersebut bukan rekayasa.

Nama Dokter Tidak Disembunyikan 

Untuk produk-produk yang merupakan racikan dokter, sudah pasti harus mencantumkan nama dan gelar dokternya.

Biasanya tertera pula informasi tambahan lokasi klinik atau tempat praktik dokter tersebut.

Selain itu, di era sekarang pun bisa menelusuri berbagai review para beauty vlogger atau dokter-dokter yang ada di social media.

Mereka banyak mengedukasi masyarakat terutama perihal cara membedakan krim yang aman dan tidak.

Bahkan beauty vlogger tidak segan- segan menyebut beberapa krim di pasaran yang yang patut diwaspadai.

Dari beberapa video itu, bahkan mereka membandingkan konsentrat skincare yang benar dan “abal-abal”. Abal-abal bagi mereka adalah tidak bersertifikasi halal, tidak memeiliki BPOM tapi sudah berani beredar di pasaran dengan meng-klaim produk adalah keluaran dokter spesialis.

Selain itu, ada sebuah video dokter kecantikan yang tengah mengaduk tiga hingga empat krim abal-abal tersebut dengan cairan tertentu. Perbedaannya sangat jelas, krim dengan BPOM akan berubah konsistensinya menjadi lebih cerah berwarna oranye di akhir proses.

Sementara krim-krim abal-abal itu tetap saja berwarna gelap, pekat dan susah diaduk akibat konsistensinya yang mengandung unsur-unsur berbahaya seperti merkuri atau hidroquinon.

Lihat, cium dan rasakan teksturnya. Sebagai pengguna skin care  harus ekstra hati-hati memercayakan diri kepada produk kecantikan.

Pembelian yang disediakan jika hanya via online shop saja, itu tidak cukup. Ada banyak jenis perawatan yang membutuhkan bimbingan dokter spesialis.

Maka dari itu, ada baiknya memilih produk dari merek yang juga memiliki kliniknya sendiri sehingga bisa konsultasi berkala. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler