Ini Pejabat UEFA Kelahiran Semarang

Jumat, 22 Agustus 2014 – 10:36 WIB
Ini Pejabat UEFA Kelahiran Semarang. Getty Images

jpnn.com - Satu fakta unik tersaji dalam kunjungan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ke Indonesia. Ternyata, salah seorang pengurus UEFA ada yang lahir di tanah Semarang, Jawa Tengah.

Pejabat itu adalah Tom Gorissen, yang bekerja sebagai Advisory Manager UEFA. Ia mengaku lahir di Semarang, dan 30 tahun yang lalu sempat tinggal di Indonesia. Sayang, dia harus pergi ke Belanda tak lama setelahnya.

BACA JUGA: Lolos Semifinal, Petra Kvitova Jaga Asa Juara

Pria yang menjadi anak buah Presiden UEFA, Michel Platini, ini bertugas sebagai analis sepak bola. Kedatangannya ke Indonesia adalah sebagai tamu undangan PSSI yang tengah menjalin kerja sama dengan UEFA, dan dijembatani oleh AFC.

Tom mengaku sangat senang bisa kembali lagi ke Indonesia.

BACA JUGA: PSV Eindhoven Menang, Feyenoord Imbang

"Saya sangat senang bisa kembali ke Indonesia setelah 30 tahun lalu saya lahir di sini," ucap Tom, Kamis malam (21/8).

Bahkan begitu acara usai, dirinya menghampiri Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, sambil mengucapkan kalimat khas Jawa sebelum kembali ke Belanda.

BACA JUGA: Tottenham Susah Payah Tumbangkan Limassol

"Matur nuwun," ucap Tom kepada Djohar.

Terkait hasil pertemuan secara umum, UEFA berjanji akan membantu mengembangkan sepakbola di Indonesia. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono.

Dalam pertemuan itu, pihak UEFA diwakili oleh Alex Philips (Head of Stakeholder Affairs UEFA), Mark Timmer (Head of Stadia and Security of UEFA), dan Gorissen. Sedangkan dari PSSI hadir Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Sekjen PSSI Joko Driyono, bersama Sanjeevan (Director of Member Associations dan Development AFC).

"Ini merupakan implementasi yang kami sampaikan beberapa bulan lalu. AFC dan UEFA datang. PSSI merasa butuh partnership dari AFC, tak terkecuali UEFA untuk mempercepat perkembangan," kata Joko.

Head of Stakeholder Affairs UEFA, Alex Philips, menjamin akan membantu persepakbolaan Indonesia.

"Ada beberapa hal yang sama antara AFC dan UEFA. Di Eropa ada Liga Champions Eropa, di Asia pun ada yaitu Liga Champion Asia. Dan di bawahnya ada Liga Europa, sementara di Asia AFC Cup. Selain itu, kami punya visi sama untuk membawa sepak bola lebih baik," kata Alex Philips.

Alex menambahkan, Indonesia dipilih untuk dibantu bukan tanpa sebab. Ia menyebut kompetisi Indonesian Super League (ISL) cukup potensial terlihat dari antusiasme suporter yang hadir menyaksikan pertandingan.

"Ada 46 anggota AFC dan semua punya kebutuhan berbeda sehingga tidak mungkin untuk diakomodir. Alasan kami , Indonesia sangat kuat animo penontonnya, padahal dengan kalender bersamaan di luar negeri juga ada kompetisi Eropa dan Amerika Latin," jelas Alex. (ald/rmo/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lyon Tumbang di Kandang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler