Ini Pesan Penting dari Wamen LHK untuk Para Pendaki Gunung Gede Pangrango, Ingat ya!

Selasa, 06 April 2021 – 16:56 WIB
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong saat memberikan pemaparan tentang peduli lingkungan di gunung Gede Pangrango di balai TNGGP. Foto: Dedi Sofian/jpnn

jpnn.com, CIANJUR - Wakil  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong meminta calon pendaki gunung Gede Pangrango tidak membuang sampah sembarangan saat melakukan pendakian. 

Hal itu demi menjaga kelestarian hutan agar memiliki udara yang bersih, sehingga bisa dinikmati oleh penikmat wisata alam lainnya. 

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Saldo di Rekening Anda Hilang? Jokowi Langsung Keluarkan Perintah Khusus

"Kalau bersih para penikmat wisata alam di sini (Gunung Gede Pangrango, red) bisa menikmatinya," ujar Alue saat mendatangi Balai Besar TNGGP, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (6/4) 

Alue seraya memberi pesan itu setelah jalur pendakian Gunung Gede Pangrango dibuka kembali sejak 5 Maret 2021 lalu. 

BACA JUGA: Menteri LHK Siti Nurbaya Meninjau Lokasi Calon IKN

Dia menambahkan perlu peningkatan kesadaran untuk tidak membuang sampah saat mendaki juga merupakan upaya menjaga kelestarian alam. 

Menurutnya, jika kelestarian bisa terjaga, maka fungsi alam bisa menjadi sarana untuk menyehatkan jasmani maupun rohani masyatakat yang mendatanginya. 

BACA JUGA: Menteri Siti: Empat Prinsip Kolaborasi untuk Selesaikan Pencemaran Lingkungan

Oleh karena itu, para pendaki yang melalukan pendakian harus membawa sampahnya saat hendak turun dan di buang pada tempatnya. 

"Kalau sampah tidak bisa dikelola dengan baik, bukan jadi forest healing, tetapi jadi forest sicking, malah bisa jadi bikin sakit," ujarnya. 

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto mengatakan mengingatkan para pengunjung Gunung Gede Pangrango untuk menjadi pendaki cerdas. 

Dia menegaskan pendaki yang cerdas tidak akan merugikan negara. 

"Pendaki cerdas itu adalah yang bertanggung jawab, mendaki secara legal, menjaga lingkungan, dan  tidak merugikan negara," kata Wahju. (ddy/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler