Ini Pidato Keras Grace Natalie soal Intoleransi Beragama

Selasa, 12 Februari 2019 – 16:44 WIB
Ketua Umum PSI Grace Natalie di Festival 11 Yogyakarta. Foto: Ist

jpnn.com, YOGYAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyampaikan tiga agenda PSI untuk melawan intoleransi yang sering terjadi.

Dalam pidato politik berjudul “Musuh Utama Persatuan Indonesia”, Grace menegaskan bahwa PSI akan menjadi sayap politik kaum nasionalis dan moderat yang ingin mengembalikan toleransi di negeri ini.

BACA JUGA: Grace PSI: Kita Sebut Mereka Nasionalis Gadungan!

BACA JUGA : Surya Paloh Nilai Perda Agama Tidak Dibutuhkan

Hal ini disampaikan Grace di Festival 11 Yogyakarta yang bertempat di Grha Pradipta Jogja Expo Center pada Senin, 11 Februari 2019 . Acara dihadiri oleh sekitar 2.000 hadirin yang terdiri dari pengurus, kader, dan simpatisan PSI.

BACA JUGA: PSI: Nasionalisme Tidak Dibangun dengan Menyanyikan Indonesia Raya di Bioskop

“Pertama, di tingkat nasional PSI akan mendorong deregulasi aturan mengenai pendirian rumah ibadah. PSI akan mendorong penghapusan Peraturan Bersama Menteri Mengenai Pendirian Rumah Ibadah,” jelas Grace.

BACA JUGA : Erick Thohir Bela Grace Natalie soal Perda Agama

BACA JUGA: Girindra Sandino: Elektabilitas PSI Bikin Gusar Partai Lama

Peraturan Bersama Menteri mengenai Pendirian Rumah Ibadah pada praktiknya bisa membatasi prinsip kebebasan beragama. PSI menganggap aturan ini malah sering disalahgunakan untuk membatasi bahkan mencabut hak konstitusional dalam hal kebebasan beribadah.

Karena itu PSI percaya bahwa kampanye toleransi juga harus diwujudkan dalam bentuk gerakan parlementer. Salah satunya adalah untuk menghapus peraturan tersebut melalui lembaga perwakilan nantinya.

“Kedua, PSI akan mencegah lahirnya undang-undang atau peraturan daerah diskriminatif,” tegas Grace.

PSI adalah partai yang menghormati kesetaraan agar setiap warga negara bisa melangsungkan kehidupannya tanpa adanya diskriminasi, sebagaimana dijamin dalam konstitusi.

Karena itu, perda yang bersifat diskriminatif harus segera dicegah karena bertentangan dengan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ketiga, kami akan mendorong aparat keamanan serta birokrasi agar lebih tegas dalam menghadapi kasus intoleransi,” pungkas Grace.

Ketiga agenda itulah, kata Grace Natalie, yang akan PSI perjuangkan untuk melawan intoleransi dalam negeri bila partai ini diberi amanah masuk parlemen pada 2019. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PSI Khawatir Yogyakarta Makin Intoleran


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler