Ini Salah Satu Jurus Istana Perangi Tengkulak Sembako

Minggu, 23 Agustus 2015 – 06:16 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah berupaya membuat sistem yang efektif untuk mengawasi harga pangan di masyarakat. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kemajuan informasi teknologi (IT).

Dalam rangka memperoleh sistem IT terbaik untuk mengawasi harga pangan, Istana Kepresidenan menggelar kompetisi Hackathon Merdeka guna menciptakan perangkat lunak alias software pengawas komoditas. Dari kompetisi  yang diprakarsasi komunitas Code4Nation itu diharapkan muncul sistem yang mampu memantau harga komoditas bahan pokok di setiap daerah.

BACA JUGA: Sepeda Motor Listrik Buatan Mahasiswa ITS Ini Sangat Irit, Begini Hitungannya...

Menurut Kepala Staf Kepresidenan yang juga Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan, pemerintah ingin menjaga stabilitas harga pangan dalam negeri. Karenanya, lomba pembuatan sofware yang mayoritas diikuti anak muda itu diharapkan bisa membantu pemerintah dalam memerangi praktik nakal para tengkulak.
 
“Kita harapkan tengkulak yang nakal bisa dihilangkan, sehingga rakyat bisa mendapatkan bahan makanan dengan harga yang wajar,” kata Luhut saat membuka kompetisi Hackation Merdeka di gedung Krida Bhakti Sekretariat Negara, Jakarta, Sabtu (22/8).

Sementara Deputi I Kantor Staf Presiden, Darmawan Prasodjo menambahkan, pemerintah sering dibuat bingung karena tidak ada data valid tentang kondisi lapangan. Karenanya deputi yang membidangi pengendalian pembangunan program prioritas di Kantor Kepresidenan itu menegaskan, sudah saatnya masyarakat turut membantu pemerintah untuk mengumpulkan data agar hasilnya lebih akurat sehingga kebijakan yang diambil pun tepat sasaran.

BACA JUGA: Tekat Tim Sapu Angin Speed ITS yang Akan Bertarung di Student Formula Japan

“Aplikasi ini nantinya menerima laporan langsung dari masyarakat di setiap daerah. Sehingga, pemerintah dapat mengawasi dan menindaklanjuti apabila ada orang maupun kelompok yang mempermainkan harga barang,” imbuhnya.

Kompetisi yang digelar selama dua hari hingga Minggu (23/8) itu diikuti 57 tim. Setiap tim yang terdiri dari 3-4 orang berlomba-lomba memecahkan masalah terkait harga komoditas, terutama tiga bahan pokok, yakni, beras, gula, dan daging.

BACA JUGA: Peringati Kemerdekaan, Polytron Gelar Lomba Foto Bertema Agustusan

Mereka diharuskan menggunakan data terkini yang cepat dan akurat. Selain itu, aplikasi yang dibuat juga harus bisa mengontrol harga bahan pokok di masing-masing titik distribusi.

Perangkat lunak yang diciptakan juga harus bisa dipasang pada komputer dan telepon pintar. Nantinya, tim juri akan memilih tiga tim peserta kompetisi sebagai pemenang. Masing-masing akan mendapatkan hadiah berupa laptop, sertifikat dari Kantor Staf Presiden, serta hadiah menarik lainnya.(fab/JPG/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Smartfren Siap dengan Masa Depan, Termasuk Dunia 5G


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler