Inikah Isyarat Sandi Mau Jadi Menteri di Pemerintahan Jokowi?

Minggu, 28 April 2019 – 23:07 WIB
Cawapres 02 Sandiaga S Uno dalam debat kandidat yang diselenggarakan KPU di Jakarta, Minggu (17/3) malam. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) 02 Sandiaga S Uno menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan kubu Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin seiring perselisihan tentang hasil Pilpres 2019. Pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019 itu mengaku tak akan mempersoalkan apa pun hasil pemungutan suara Pilpres 2019 pada 17 April lalu.

“Kepentingan negara adalah yang utama dan terpenting,” ujar Sandiaga dalam wawancara dengan media asing sebagaimana diberitakan The Straits Times. Baca juga: Panggung Sujud Kemenangan Prabowo di Kertanegara Tanpa Aroma Sandiaga

BACA JUGA: Gelar Syukuran, Relawan Jokowi: Tidak Ada Lagi Pendukung 01 dan 02

Sandiaga juga meladeni pertanyaan wartawan tentang kemungkinan kelak dirinya menjadi menteri bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, dirinya hanya ingin bisa memberikan sumbangsih sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara.

“Saya ingin berkontribusi bagi negara. Ini adalah tentang bagaimana kami bisa memberikan dampak terbaik,” tuturnya.

BACA JUGA: Jokowi Unggul, Pemulung Potong Rambut Massal

Menurut Sandiaga, berkontribusi bagi negara tidak selalu harus masuk ke pemerintahan. Hanya saja, dia tak mau berspekulasi lebih jauh karena memilih menunggu pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang hasil Pilpres 2019.

“Bisa saja di luar pemerintahan, tetapi saya tak ingin berspekulasi. Kami akan bicara tentang ini setelah 22 Mei,” katanya. Baca juga: Sandiaga Mengaku Teler Banget akibat 12 Obat

BACA JUGA: Hasil Final Quick Count Charta Politika: Selisihnya Nyaris 10%

Meski demikian, Sandi mengisyaratkan tak akan menjadi pengusaha. "Saya tidak akan kembali ke bisnis," ujar pendiri PT Saratoga Investama Sedaya itu.

Merujuk hitung cepat atau quick count oleh berbagai lembaga survei atas hasil Pilpres 2019, Jokowi masih unggul dengan selisih di kisaran 10 persen. Sejauh ini penghitungan manual ataupun real count di KPU juga memperlihatkan calon presiden petahana itu unggul sementara atas Prabowo.

Meski demikian Sandiaga ingin mengacu pada real count KPU. “Mari pastikan prosesnya jujur, transparan dan akuntabel,” katanya.(bloomberg/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Update Real Count KPU Pilpres 2019: Jokowi – Ma’ruf 40 Juta Suara, Prabowo – Sandi 31 Juta


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler