Inilah Hari Terburuk Bagi Palestina Selama Pandemi COVID-19, Innalillahi

Kamis, 11 Maret 2021 – 23:00 WIB
Seorang pekerja medis Palestina mengumpulkan sampel usap dari seorang anak laki-laki untuk diuji penyakit coronavirus (COVID-19), di Jalur Gaza selatan, Kamis (14/1/2021). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/RWA/sa.

jpnn.com, YERUSALEM - Palestina mencatat kematian harian tertinggi akibat COVID-19, yakni 27 kematian, sejak awal pandemi, demikian Kementerian Kesehatan pada Rabu (10/3).

Jumlah kumulatif korban meninggal karena COVID-19 sebanyak 2.427, menurut kementerian.

BACA JUGA: Ekonomi Dihajar Pandemi, Indonesia Tetap Sisihkan Rp 32 M untuk Bantu Palestina

Berdasarkan pernyataan kementerian, 2.331 kasus baru COVID-19 dilaporkan pada hari yang sama sehingga totalnya menjadi 229.035 kasus.

Sekitar 2.163 kasus tercatat di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, dengan 168 kasus berada di Jalur Gaza.

BACA JUGA: Puji Menlu Retno, Riyad Al-Maliki: Inilah kenapa Palestina Menganggap Indonesia Saudara

Kementerian menyebutkan bahwa sejauh ini 204.066 pasien telah dinyatakan sembuh dari COVID-19. Sementara, 153 pasien rawat inap dalam kondisi kritis.

Palestina menghadapi peningkatan kasus dan kematian baru COVID-19 yang signifikan dalam beberapa hari belakangan setelah jumlah kasus harian di bawah angka 1.000 pada pertengahan Februari.

BACA JUGA: Ditinggal Negara-Negara Arab, Palestina Malah Dapat Dukungan Mutlak Uni Afrika

Hingga Sabtu pemerintah Palestina telah memberlakukan karantina sepekan di banyak kota di Tepi Barat termasuk Ramallah. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler