Inilah Wajah Sedih Iker Casillas saat Pamitan

Senin, 13 Juli 2015 – 10:02 WIB
Iker Casillas tak bisa menahan kesedihannya saat berpamitan dengan media di Santiago Bernabeu kemarin. (Oscar Del Pozo/AP Photo)

jpnn.com - SEBELUM Iker Casillas menyampaikan kata-kata pamitan, keceriaan sebenarnya masih menyelimuti ruang konferensi pers Stadion Santiago Bernabeu kemarin siang waktu setempat atau tadi malam WIB (12/7). Apalagi, Iker Casillas yang menjadi pusat perhatian sempat melontarkan guyonan.

’’Saya membaca (pernyataan yang dibacakan di jumpa pers) ini hanya untuk 30 detik. Namun, rasanya butuh waktu satu jam untuk menghafal,’’ kelakarnya yang disambut tawa para jurnalis yang hadir.

BACA JUGA: Ini Dua Klub belum Lengkapi Administrasi Daftar Piala Kemerdekaan

Tapi, keceriaan itu tidak bertahan lama. Kesenduan langsung merundung saat Casillas mulai membacakan pernyataan pamitannya dari Real Madrid, klub tempat dia bermain sebagai kiper nomor satu selama 16 musim.

Kapten tim nasional Spanyol itu, seperti ramai diberitakan sebelumnya, akan pindah ke klub raksasa Portugal FC Porto pada musim 2015–2016. Penjaga gawang berusia 34 tahun tersebut dikontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun jika berhasil mencatat 30 penampilan dalam satu musim.

BACA JUGA: Menang di Jerman, Marquez Temukan Kebahagiaan Lagi

Beberapa kali kiper berjuluk Santo Iker itu harus berhenti berbicara dalam jumpa pers kemarin karena menahan air mata. ’’Real Madrid telah membentuk saya sebagai orang dan membantu saya tumbuh. Di luar kenangan orang tentang kiper yang baik atau buruk, saya hanya ingin dikenang sebagai orang baik,’’ kata Casillas yang hanya menyampaikan pernyataan tanpa melayani tanya jawab pada jumpa pers tersebut sebagaimana dikutip AS.

Casillas bergabung dengan Akademi Real Madrid di usia 9 tahun, dan sudah menjadi kiper utama sembilan tahun berselang. Dia sudah memenangi semua gelar bersama klub berjuluk Los Blancos itu, dengan raihan total 19 gelar. Casillas juga berjasa membawa timnas Spanyol menjuarai Euro 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010.

BACA JUGA: Menang di Wimbledon, Djokovic Lewati 5 Legenda Tenis

Jadi, tak heran jumpa pers kemarin berlangsung begitu emosional. ’’Sekarang saya akan pergi setelah 25 tahun bermain bagi tim terbaik di dunia. Terbayang seperti kemarin ketika impian saya terkabul dengan memakai jersey tim utama untuk kali pertama,’’ tuturnya sembari kemudian memejamkan mata berusaha untuk menahan air mata yang keluar.

Meski tak terucapkan, bagi banyak pihak, kesedihan Casillas dalam jumpa pers kemarin bisa dibaca sebagai bentuk kekecewaan karena merasa telah dipaksa keluar dari klub yang dia cintai. Klub tempat dia sebenarnya ingin mengakhiri karir.

Dalam wawancara dengan El Mundo sehari sebelum sang anak mengadakan jumpa pers, orang tua Casillas, Jose Luis dan Maria del Carmen Fernandez Gonzales, secara blak-blakan menyalahkan Presiden Real Madrid Florentino Perez sebagai sosok yang membuat putra kebanggaan mereka hengkang.

’’Dia (Perez) sejak awal tidak mau memakai Casillas karena posturnya yang pendek. Dia menyukai kiper tinggi dan punya obsesi mendapatkan (kiper Juventus Gianluigi) Buffon. Karena itulah, Iker mengalami tekanan psikis berat lantaran diperlakukan beda dengan pemain lain,’’ kata Maria.

Dengan tinggi 185 cm, Casillas memang tergolong pendek untuk seorang kiper di level elite. Penjaga gawang Manchester United David de Gea yang sangat diincar Perez sebagai pengganti 7 sentimeter lebih tinggi darinya.

Jose Luis menambahkan, demi menyudutkan Casillas, Perez juga merekayasa kampanye gelap terhadap sang anak sejak 2010 dengan bantuan sejumlah jurnalis terkemuka Spanyol. ’’Itu kampanye pelecehan dan penghancuran,’’ tuding Jose Luis.

Saking jengkelnya dengan cara Casillas diperlakukan, Maria bahkan sebenarnya berharap sang anak bisa mengakhiri karir di Barcelona, musuh abadi Real Madrid. Maria bahkan secara terang-terangan menyebut Casillas tak pantas bermain di Porto.

’’Untuk pemain selevel Iker, Porto itu selevel dengan tim Segunda B (strata ketiga dalam struktur Liga Spanyol, Red). Seorang juara dunia tak sepantasnya mengakhiri karir di Porto,’’ kata Maria.

Tentu saja Porto, juara Liga Champions dua kali dan langganan kampiun Liga Portugal, tak seburuk seperti yang dinyatakan Maria. Tapi, memang, kiper segemilang Casillas, di usia yang belum dapat dikatakan tua untuk seorang penjaga gawang, semestinya bisa melanjutkan karir di klub yang lebih glamor.

Tak hadirnya seorang pun petinggi Real Madrid dan belum adanya persiapan klub juara Liga Champions sepuluh kali itu untuk memberikan seremoni perpisahan secara khusus memang memperlihatkan bahwa Casillas ’’dipaksa’’ hengkang. Hal tersebut berbeda sekali dengan cara Barcelona melepas kepergian legenda mereka, Xavi, pada pengujung musim lalu.

Yang sangat kehilangan justru para rekan setim Casillas. ’’Adalah kehormatan bisa berbagi ruang ganti dengan legenda sepak bola dan Real Madrid. Terima kasih untuk segalanya kapten,’’ tulis gelandang Kolombia yang baru direkrut musim lalu, James Rodriguez, di Twitter sebagaimana dilansir AS.

Mantan bintang Real Madrid David Beckham tak kalah sedih. ’’Apalagi yang bisa saya katakan tentang pria ini. Saya sedih Iker telah meninggalkan klub yang dia puja. Dia memberikan segenap kemampuannya selama beberapa tahun ini. Iker adalah teman, pribadi yang menakjubkan, dan salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepak bola,’’ tulisnya. (apu/c17/ttg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pilar Anyar MU Tulis Surat untuk Fans Muenchen, Begini Isinya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler