Innalillahi, Pasien DBD Meninggal

Sabtu, 15 Januari 2022 – 04:15 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, dr Irvan Nur Fauzy. ANTARA/Ahmad Fikri

jpnn.com, CIANJUR - Seorang pasien demam berdarah dengue (DBD) asal Kecamatan Mande, Cianjur, Jawa Barat, yang sempat menjalani penanganan medis meninggal dunia, sedangkan 13 lainnya menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sepanjang Januari 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Cianjur dr Irvan Nur Fauzy mengatakan kasus pasien DBD meninggal merupakan kasus pertama pada 2022.

BACA JUGA: Antisipasi DBD, Sekretaris Kelurahan Cideng Pimpin Aksi PSN

"Sepanjang bulan Januari, kami mendapat laporan ada 14 orang yang terjangkiti DBD di Cianjur, satu orang di antaranya meninggal dunia, sedangkan puluhan orang lainnya hanya sebatas suspect, sehingga berbagai upaya pencegahan akan kami lakukan," kata Irvan di Cianjur, Jumat.

Dinkes akan menggencarkan kembali kampanye program 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur benda yang dapat dijadikan sarang nyamuk untuk berkembang biak, serta menggalakkan kembali pengasapan.

BACA JUGA: PNS Wanita Berjoget Sambil Memegang Botol Miras

Setiap tahun, kasus DBD di Cianjur masih tinggi. Berdasarkan data pada 2021 sebanyak 250 orang terjangkiti DBD dan tiga orang di antaranya meninggal dunia dan pada 2020 total warga terjangkiti sekitar 800 orang dengan tujuh orang meninggal dunia.

"Pemkab Cianjur sudah mengeluarkan surat edaran ke setiap kecamatan untuk melakukan berbagai upaya pencegahan, termasuk meningkatkan 3M serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal hingga rumah masing-masing warga," katanya.

Selama ini, tutur dia, sejumlah kecamatan termasuk dalam wilayah endemi DBD, seperti Kecamatan Cianjur, Cilaku, Cibeber, dan Karangtengah, di mana jumlah penduduk di kecamatan tersebut cukup padat dan rawan terjadi kasus DBD yang menyebabkan korban jiwa.

Hingga saat ini, pihaknya belum menetapkan kasus luar biasa karena angka DBD masih rendah, namun upaya pencegahan dengan cara melakukan pengasapan terus ditingkatkan.

Bahkan, warga diminta untuk waspada karena di musim hujan banyak genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

"Kami juga meminta petugas di pusat layanan kesehatan, untuk segera melakukan penangan cepat, ketika ada warganya terjangkiti DBD. Kalau ada yang terjangkiti segera dibawa ke rumah sakit," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler