Intrik di Vatikan: Paus Sebut Kelompok Tak Beretika Eksploitasi Kematian Benediktus

Senin, 06 Februari 2023 – 22:48 WIB
Jenazah Paus Emeritus Benediktus XVI disemayamkan di St. Peter's Basilica, Vatikan, Senin (2/1/2023). Foto: ANTARA FOTO/Vatican Media/Handout via REUTERS/rwa

jpnn.com, VATIKAN - Paus Fransiskus blak-blakan kepada wartawan soal friksi di internal Vatikan yang memanas kematian pendahulunya, Benediktus.

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma itu menyebut kepergian sang paus emeritus untuk selamanya pada hari terakhir tahun 2022 lalu telah dimanfaatkan secara tidak etis untuk kepentingan segelintir orang.

BACA JUGA: Kabar Duka dari Vatikan, Paus Emeritus Benediktus XVI Meninggal Dunia

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat dalam perjalanan pulang dari Afrika, Minggu (5/3), Fransiskus membantah tuduhan dari kalangan konservatif di Vatikan bahwa Benediktus merasa sakit hati karena beberapa keputusan paus terkini.

Dia menggunakan ungkapan lama dalam bahasa Italia yang bermakna menguntungkan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain untuk menyebut tindakan mereka.

BACA JUGA: Paus Benediktus Meninggal Dunia, Menag Yaqut Sangat Berduka

"Saya pikir kematian Benediktus diinstrumentasi oleh beberapa orang untuk mengarahkan air ke penggilingan sendiri," kata pemimpin asal Argentina itu.

"Orang-orang itu tidak memiliki etika. Mereka (seperti) orang partai, bukan Gereja," tambah dia dalam percakapan yang juga mencakup kecaman terhadap undang-undang yang mengkriminalisasi LGBTQ.

BACA JUGA: Dari Jakarta ke Vatikan demi Penghormatan Terakhir untuk Paus Benediktus

Paus menyebut kabar mengenai kekecewaan Benediktus itu sebagai cerita yang dibesar-besarkan oleh kaum konservatif.

Fransiskus pun mengaku sering berkonsultasi dengan Benediktus selama periode hampir 10 tahun sejak pengunduran diri paus kelahiran Jerman itu pada 2013 hingga kematiannya.

Paus tidak menyebutkan nama konservatif tak beretika yang dia maksud. Namun, ada beberapa petinggi Gereja Katolik Roma yang sesuai dengan deskripsinya.

Segera setelah pemakaman Benediktus pada 5 Januari, sekretaris lama mendiang paus, Uskup Agung Georg Ganswein menerbitkan sebuah buku tentang ketegangan yang dia klaim terjadi ketika dua pria berpakaian putih (Paus) tinggal di Vatikan.

Kardinal Gerhard Mueller, sekutu konservatif Benediktus yang kerap mengkritik Fransiskus, juga menulis buku pada bulan Januari. (reuters/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler