Investasi Jabar Meroket saat Pandemi, BJB Sekuritas Siapkan Tips Jitu untuk Investor

Senin, 12 Juli 2021 – 20:14 WIB
bjb sekuritas siapkan tips jitu untuk investor. Ilustrasi: Bank BJB

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini menyatakan antusiasme masyarakat dalam berinvestasi terus tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun.

Menurutnya, di Jawa Barat peningkatan jumlah investor tersebut bahkan tetap melesat di tengah masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Bank BJB Gelar Promo Kredit Guna Bhakti Ekstra Fast

Menukil data BEI, Reza menuturkan pada 2018 jumlah investor saham di Jawa Barat berjumlah sekitar 134 ribu orang, angka tersebut naik menjadi 177 ribu orang di 2019.

"Dalam satu tahun investor meningkat 43 ribu orang," kata Reza dalam bincang-bincang daring "Mengungkap Potensi Investasi di Jawa Barat saat Pandemi" yang diselenggarakan oleh IDX Channel dan bjb Sekuritas, Senin (12/7).

BACA JUGA: KPR Gaul Bank BJB Mendapat Penghargaan dari MarcPlus Inc

Lebih lanjut, Reza menyebut jumlah tersebut terus berkembang signifikan pada 2020-2021. Sebagai contoh, kata Reza, pada 2020 terdapat penambahan hingga 101 ribu investor baru di Jawa Barat.

"Kemudian, pada 2021, hanya dalam satu semester hingga akhir Juni 2021, terdapat penambahan 151.049 orang investor baru," bebernya.

BACA JUGA: Bank BJB Mendukung Kesejahteraan Petani Jagung Lewat KUR Petani Milenial

Reza menilai jumlah tersebut menunjukan tingginya minat masyarakat Jawa Barat dalam berinvestasi.

"Antusiasme masyarakat untuk mengenal pasar modal sudah semakin tinggi. Ini ialah buah dari berbagai edukasi yang telah diberikan pada masyarakat sejak sekian tahun lalu," ungkap Reza.

Direktur Utama bjb Sekuritas Yogi Heditia Permadi mengatakan minat investasi yang meningkat di kalangan masyarakat juga perlu diimbangi dengan penajaman literasi masyarakat seputar pasar modal.

Menurutnya, untuk berinvestasi di masa pandemi, terdapat sejumlah hal yang dinilai penting untuk diperhatikan masyarakat.

Salah satunya ialah soal ketelitian dalam melihat peluang bisnis yang masih terus bergeliat di tengah kelesuan yang terjadi hampir di semua bidang.

Yogi menyebut saat pandemi Covid-19 terdapat sejumlah sektor bisnis yang masih sustain.

Dia memerinci bidang itu adalah farmasi, digital banking, konsumsi dasar dan kebutuhan masyarakat.

"masih bagus untuk dikoleksi. Di masa PPKM, distribusi barang dan jasa masih cukup bagus, daya beli masyarakat juga masih cukup baik," ungkap Yogi.

Selain itu, Yogi juga berpendapat masyarakat perlu menjadikan aspek fundamental perusahaan sebagai bahan penilaian sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham.

Sebagai contoh, lanjut dia, mulai dari kinerja keuangan perusahaan, bisnis perusahaan, hingga posisi perusahaan yang bersangkutan dalam industri yang dijalani.

"Posisinya ada di mana, apakah market leader atau bukan, apakah pasarnya masih berkembang atau sudah decline," ujar dia,

Yogi menyarakan calon investor juga mempelajari annual report perusahaan.

"Agar bisa punya gambaran bagaimana manajemen perusahaan tersebut berjalan," ungkap Yogi.

Dia mengatakan hal tersebut penting untuk dilakukan agar investor tidak sekadar berinvestasi bagaikan "membeli kucing dalam karung".
Investor, kata Yogi lagi, haru memiliki kemampuan analisa jangka panjang.

Mereka harus tau kapan sebaiknya menanam atau menyudahi investasinya dalam suatu perusahaan tertentu, sehingga terhindar dari kerugian.

Yogi menyebutkan banyak orang yang beranggapan bahwa membeli saham IPO (Initial Public Offering) pasti menguntungkan.

Namun, yang utama tetap harus diperhatikan bisnisnya apa, prospeknya bagaimana, dan kinerja perusahaan tersebut sebelum IPO seperti apa.

"Yang penting mengenal perusahaannya terlebih dahulu (sebelum berinvestasi) terlepas IPO ataupun yang sudah listing," ungkapnya.

Sebagai Perusahaan Efek Daerah (PED) pertama di Indonesia yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yogi mengatakan bjb Sekuritas memiliki komitmen tersendiri untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap pasar modal, dalam hal ini masyarakat Jawa Barat.

Dia mengatakan sejumlah upaya dilakukan untuk melakukan edukasi, seperti melalui pendekatan personal kepada nasabah maupun kerja sama dengan sejumlah kampus.

Yogi menjelaskan bjb Sekuritas merupakan sekuritas yang unik dan lahir sebagai perusahaan efek daerah.

Oleh karena itu diamanatkan untuk mendorong investasi di wilayah tempat kami beroperasi, yaitu Jawa Barat.

"Sesuai ketentuan OJK, hanya masyarakat yang memiliki KTP Jawa Barat yang dapat kami layani untuk melakukan investasi," ungkapnya.

Dia mengatakan bjb Sekuritas memiliki sejumlah keunggulan, seperti memfasilitasi investasi online yang mudah untuk dilakukan. Selain itu, bjb Sekuritas juga dapat memberikan update market setiap hari sebagai panduan bagi para investor untuk melakukan investasi.

"Untuk buka rekening transaksi cukup dilakukan lewat smartphone atau laptop, tak perlu datang ke kantor. Fee-nya cukup bersaing, dan kami juga senantiasa memberikan insight saham-saham mana yang cukup bagus untuk dikoleksi atau perlu dikurangi di setiap harinya," papar Yogi. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler