ISIL Kuasai Empat Kota Strategis

Senin, 23 Juni 2014 – 06:03 WIB

jpnn.com - BAGHDAD - Militan Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL) semakin berkuasa di Iraq. Kemarin (22/6) militer Iraq menyatakan bahwa ISIL telah menguasai empat kota di wilayah perbatasan bagian barat Negeri Seribu Satu Malam tersebut. ISIL kini mengontrol kota. Yakni,  Al-Qaim, Rawa, Ana, dan Husaybah di Provinsi Anbar. 

Bertambahnya kota yang dikuasai militan itu membuat banyak pihak ketir-ketir. Apalagi kini Al-Qaim telah jatuh ke tangan mereka. Kota tersebut merupakan jalur penghubung yang berbatasan langsung dengan Syria. Dengan begitu, ISIL akan semakin mudah mendapatkan suplai senjata dari Syria. Selama ini Syria secara tidak langsung menjadi pendukung ISIL. 
   
"Tentara ditarik dari Rawa, Ana, dan Rutba pagi ini. ISIL masuk dengan cepat untuk mengambil alih kota-kota ini. Mereka mengambil alih Kota Ana dan Rawa tanpa pertempuran," ujar salah seorang tentara Iraq. 
   
Selain itu, empat kota tersebut berjajar di sepanjang jalur utama dari Syria menuju Baghdad. Bahkan, Kota Husaybah hanya berjarak 100 kilometer dari sisi terluar Kota Baghdad. Dengan dikuasainya empat kota itu, militer Iraq takut jika ISIL sebentar lagi bakal menyerang dan menguasai Baghdad. Militan yang masuk dari Syria bisa sampai di Baghdad dalam waktu kurang dari empat jam. 
   
Tentara Iraq merasa sulit membasmi ISIL. Sebab, mereka harus melawan dua lapis pasukan. Antara lain, militan ISIL yang dibantu militan Syria. Terdapat juga bantuan dari hampir seluruh warga Sunni yang merasa tersisih ketika Saddam Husein tumbang. Jika warga Sunni tidak berbalik membela tentara Iraq, ISIL mungkin bakal lebih sulit ditaklukkan. 
   
Hingga saat ini bantuan 300 penasihat militer dari Amerika Serikat (AS) belum sampai di Iraq. Juru bicara Pentagon John Kirby mengungkapkan bahwa tentara AS di kedutaan AS di Baghdad akan diperbantukan terlebih dulu sebagai penasihat perang. 
   
Sementara itu, krisis yang terus-menerus terjadi di Iraq membuat banyak warga mengungsi. Saat ini lebih dari satu juta warga Iraq telah melarikan diri ke berbagai negara tetangga untuk menyelamatkan diri. Sebanyak 800 ribu orang merupakan warga Kota Mosul yang kini dikuasai ISIL. Jumlah itu bisa lebih besar jika krisis tidak kunjung selesai. (AFP/CNN/sha/c20/dos)

BACA JUGA: Tentara Korea Tembak Mati Lima Rekan Sendiri

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sidang 15 Menit, Hukum Mati 180 Orang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler