ISIS Eksekusi Lebih dari 3.000 Orang di Syria selama Setahun

Senin, 29 Juni 2015 – 00:33 WIB
Foto: Reuters

jpnn.com - BEIRUT - Kelompok ISIS telah mengeksekusi lebih dari 3.000 orang di Syria, termasuk ratusan warga sipil, sejak dideklarasikan dan menyatakan dirinya sebagai "khilafah".

Organisasi HAM, Syrian Observatory for Human Rights, yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa mereka telah mendokumentasikan 3.027 eksekusi yang dilakukan ISIS sejak 29 Juni 2014.

BACA JUGA: Punah 2 Dekade, Rwanda Punya Singa Lagi

Seperti dikutip dari laman AFP, Minggu (28/6), organisasi pemantau konflik Syria ini mengatakan di antara mereka yang dieksekusi adalah 1.787 warga sipil, termasuk 74 anak-anak. Anggota suku Sunni Shaitat tercatat sudah hampir setengah dari warga sipil yang dibunuh.

ISIS menewaskan 930 anggota klan di Deir Ezzor tahun lalu, setelah mereka menang melawan kelompok ekstremis Muslim Sunni.

BACA JUGA: Ya Ampun... Bu Guru Kimia Ini Nekat demi Urusan Syahwat

Jumlah itu juga sudah termasuk pembunuhan massal yang dilakukan ISIS di kota Kobane, Kurdi Syria, ketika kelompok jihad kembali masuk pekan ini setelah sebelumnya diusir pada bulan Januari lalu.

Pemantau organiasi ini juga menghitung ketika ISIS mengeksekusi 223 orang di kota perbatasan pekan ini. Kemudian mendokumentasikan ISIS mengeksekusi 216 orang seterunya dari faksi pemberontak dan pejuang Kurdi, serta eksekusi hampir 900 pasukan rezim.

BACA JUGA: Sekjen PBB Sebut Teror di Tiga Negara sebagai Kekerasan Biadab

"Selain itu ISIS juga mengekseskusi 143 anggotanya sendiri atas tuduhan kejahatan termasuk mata-mata, banyak dari mereka ditangkap karena mereka mencoba meninggalkan ISIS," kata pengamat.

"Dan setidaknya 8.000 militan ISIS tewas dalam pertempuran dan serangan udara yang dipimpin AS," tambahnya.

ISIS muncul di Syria pada 2013, berkembang setelah berafiliasi dengan Al-Qaeda Irak kemudian berusaha berafiliasi dengan Al-Qaeda Syria, Al-Nusra. Namun, Al-Nusra menolak merger.

Akhirnya kedua kelompok menjadi saingan, dan ISIS melanjutkan mengumumkan "khalifah" di wilayah di Syria dan Irak tahun lalu dan ISIS menyatakan pemimpinnya adalah Abu Bakr al-Baghdadi "Khalifah Ibrahim". (ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waduh... Klub Bola di Australia Milik Bakrie Nunggak Gaji


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler