Israel Berang AS Tidak Mendukung

Jumat, 03 Oktober 2014 – 09:16 WIB

jpnn.com - JERUSALEM - Israel benar-benar bandel soal perluasan permukiman di Jerusalem Timur. Siapa pun tidak boleh membendung rencana itu, bahkan Amerika Serikat sekalipun. Ketika Paman Sam memperingatkan bahwa tindakan Israel tersebut akan mempersulit perdamaian dengan Palestina, Tel Aviv malah berang.

"Pembangunan ini hanya akan menyulut hukuman dari komunitas internasional dan menjauhkan Israel dari sekutu terdekatnya. Selain itu, akan meracuni hubungan, bukan hanya dengan Palestina, tetapi juga dengan pemerintah negara-negara Arab di mana Perdana Menteri (Israel) Benjamin Netanyahu menyatakan ingin membangun hubungan dengan mereka," ujar Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri AS Jen Psaki Rabu (1/10).

BACA JUGA: Sering Kecolongan, Direktur Secret Service Mundur

Dia juga mengingatkan, jika konstruksi terus dilakukan, sama saja dengan Israel mengirimkan pesan permusuhan kepada negara-negara yang tidak mendukung perluasan permukiman tersebut. Pernyataan Psaki itu menjadi sinyal yang sangat jelas bahwa AS menolak keras pembangunan 2.610 rumah penduduk Israel di Jerusalem Timur tersebut.

Emosi Netanyahu langsung tersulut. Sebab, selama ini AS adalah sekutu terdekat mereka. Dia berpendapat, Israel memiliki hak penuh untuk melakukan pembangunan itu. Netanyahu juga meminta Presiden AS Barack Obama mempelajari fakta-fakta dan detail yang ada sebelum membuat pernyataan tentang rencana perluasan pemukiman tersebut.

BACA JUGA: Texas Isolasi Penderita Ebola Pertama AS

"Rencana (perluasan) itu dimatangkan sejak dua tahun yang lalu," ujar Netanyahu kemarin (2/10).

Di tempat terpisah, Menteri Perumahan Israel Uri Ariel dalam wawancara dengan radio militer mengungkapkan, seribu unit dari permukiman tersebut akan diserahkan pada warga Arab Israel. Namun, dia tidak memerinci detail ketentuannya.

BACA JUGA: Cekcok, Wali Kota Tewas Ditembak Istri

Berdasar hukum internasional, permukiman Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur tersebut ilegal. Pembangunan itu juga telah membuat beberapa pembicaraan damai dengan Palestina menjadi gagal.

Permukiman tersebut rencananya dibangun di tanah yang nanti menjadi wilayah Palestina. Hal itu berarti, jika Palestina diakui dunia, ibu kotanya bakal berada di wilayah Israel. (AFP/Reuters/NY Daily News/sha/c23/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Protes Karena Rumah dan Mobilnya Dibuangi Tinja dari Pesawat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler