Isran Noor Dianggap Sosok yang Tepat Jabat Mendagri

Senin, 06 Oktober 2014 – 12:11 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pertarungan akan sosok yang tepat untuk mengisi menteri Dalam Negeri paling hangat di publik. Salah satu nama yang muncul layak menggantikan Gamawan Fauzi adalah Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur, Isran Noor.

Selain karena kompetensi serta pengalamannya selama ini sebagai bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur, Isran dianggap akan bisa membantu pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada periode 2014-1019 untuk menjalan tugas sebagai sebagai pembina kepala daerah.  Isran juga saat ini menjabat sebagai ketua umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia.

BACA JUGA: KemenPAN-RB Bagikan Daging 7 Sapi dan Seekor Kambing Tanpa Kupon

Direktur Indo Strategi, Andar Nubowo menjelaskan, meski seorang bupati, Isran Noor tidak hanya berpikir secara mikro kewilayahan saja. Tetapi ia mempunyai pemikiran makro keindonesiaan yang luas.

"Visi keindonesiaannya cukup jelas. Di Kutim, ia membangun dan menyediakan fasilitas bagi agama-agama dan kepercayaan yang ada di Kutim seperti Islamic Center, Christian, Catholic Center, dan sebagainya," jelas Andar  saat memaparkan hasil riset Indo Strategi “Uji Publik Kandidat Menteri Jokowi-JK” di Jakarta, pekan lalu.

BACA JUGA: PPP Sodorkan Kader yang Dicegah ke LN jadi Pimpinan MPR

Isran juga tidak hanya mempunyai visi kepemimpinan lokal dan nasional, bahkan berdimensi regional serta internasional. Makanya dia berani melawan kepentingan asing yang bertabrakan dengan kepentingan nasional dan kepentingan untuk memajukan potensi daerah.

"Yaitu, saat menutup perusahaan tambang migas asing di wilayahnya karena dianggap melanggar undang-undang dan kedaulatan energi Indonesia," sambung Andar.

BACA JUGA: Demokrat Bakal Berterima Kasih jika Dapat Jatah Ketua MPR

Dan tak kalah penting pengalamannya saat ini sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Lewat Apkasi, Isran mampu membawa bupati-bupati di Indonesia berkoordinasi dan bersinergi untuk mengisi pembangunan di era otonomi daerah. Karena ia yakin otonomi daerah harus dilakukan dan dikelola dalam konteks penguatan NKRI.

Menurut Andar, itu semua tak lepas dari pengalaman panjang Isran yang berkarir sebagai birokrat dimulai sejak tahun 1981 hingga menjadi Bupati Kutim sejak 2009. "Selain karir dan pengalaman birokrasi lama, ia juga memiliki kompetensi akademik yang cukup baik, S2 dan S3-nya adalah ilmu pemerintahan. Ia menulis banyak buku tentang kepemimpinan progresif tentang kemaritiman Indonesia," tandas Andar.

Karena itu, dalam riset uji publik Indo Stategi, Isran Noor didukung para pakar kampus, komunitas dan birokrat untuk menjadi Mendagri. Dia mendapat dukungan sebanyak 67% mengungguli Rektor UGM Prof. DR. Pratikno (11%), dan mantan Sekjen Depdagri dan DPD RI Siti Nurbaya (0%). Sisanya abstain (22%).

Riset nasional Indo Strategi ini menggunakan metode quesioner melalui telepon. Total responden riset yang dilaksanakan 21 September hingga 1 Oktober 2014 adalah 380 tokoh yang terdiri dari birokrat, akademisi, profesional, dan aktivis.

Andar menjelaskan, pihaknya menggelar riset salah satu tujuannya untuk menguji publik atas tokoh-tokoh yang dinominasikan sebagai kandidat menteri dalam Kabinet Jokowi-JK oleh berbagai pihak seperti Institute for Transformation Studies (Intrans), Seleksi Menteri (detikcom), Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR), Indonesian Research and Survey (IRES) dan juga riset Indo Strategi sendiri yang dirilis 8 September lalu. (awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KMP Belum Mau Terbuka Dukung Perppu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler