Istimewa, Menpar Launching Tour de Banyuwangi-Ijen 2016

Rabu, 30 Maret 2016 – 01:49 WIB
Tour de Banyuwangi-Ijen tahun lalu. Foto: Dok JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Menpar Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sedang menaikkan value event balap sepeda ITdBI, di tahun ke-5. 

Keduanya sedang mempromosikan pariwisata di ujung Timur Pulau Jawa itu dengan sport tourism yang diintegrasikan dengan keindahan nature, kedalaman culture, dan sentuhan teknologi komunikasi yang sangat kekinian. 

BACA JUGA: Nomor Kontak Kadis Dukcapil Disebar

Keduanya sedang membranding Banyuwangi, sebagai daerah kecil di ujung sun rise of Java, sebagai contoh ideal sebagai kabupaten dengan sentuhan pariwisata.

“Saya masih ingat, tahun lalu melalui 555 kilometer, tahun ini 567 kilometer. Saya tahu ini adalah trik cerdas Bupati Azwar Anas memperbaiki jalan-jalan rusak di Banyuwangi!” sebut Menpar Arief Yahya, mengawali sambutan.

BACA JUGA: Konsesi JORR S Diserahkan ke BUMN, Hamdan Zoelva Protes

Sebagai hadiah atas komitmen dan cara cerdik itu, Arief Yahya pun mengumumkan menambah 100 persen total prize money-nya. 

“Saya sudah tanya, berapa total hadiah ITdBI? Jawabannya Rp 700 juta, atau kurang dari USD 100 ribu. Maka kami naikkan double, menjadi Rp 1,5 Miliar. Sport event itu, hadiah sangat mempengaruhi kualitas atlet yang berkompetisi,” ucap Arief Yahya.

BACA JUGA: WOUW...Industri Persenjataan TNI Bikin Iri Petinggi Militer Australia

Menpar berulang kali memuji Banyuwangi, sebuah kabupaten kecil yang selama ini lebih dikenal dengan gudangnya santet dan membuat orang yang lewat saja “merinding,” kini menjadi destinasi wisata top. Justru mengundang orang datang, untuk menyaksikan keindahan alam, budaya, dan events yang dikreasi. 

“Dengan menjadikan pariwisata sebagai leading sector, pendapatan per kapita Banyuwangi naik, dari 2010 sebesar Rp 21 juta, naik 62 persen, di tahun 2015 menjadi 38 juta. Mengalahkan Malang, kota kedua di Jawa Timur. Ini luar biasa,” komentar Arief.

Bisa dibayangkan, Malang itu kota kedua setelah Surabaya. Mirip positioningnya, dengan Bandungnya Jakarta. Terbayang, pendapatan perkapita Sukabumi mengalahkan Kota Bandung? Itu terjadi di Jawa Timur, dengan Banyuwangi v Malang. 

“Masuk akal, Kabupaten Banyuwangi dan Solo memiliki calendar of events terbaik di Indonesia. Konsisten, 53 event setahun dan sudah dipublish di awal tahun, karena yakin pasti terlaksana. Termasuk banyak international event,” kata Arief Yahya.

Prestasi lain, puji Arief Yahya, Banyuwangi itu sudah dikunjungi oleh 2 juta wisnus tahun 2015. Angka itu tergolong besar, karena Bali saja baru 8 juta wisnus. Sedangkan wisatawan mancanegara menembus 40 ribu, dan proyeksi 2016 di 50 ribu. 

Bandingannya se Provinsi Sumsel saja baru 30 ribuan. Ini kelasnya kabupaten, yang selama ini tidak dikenal, bahkan tidak banyak yang tahu posisi geografisnya di peta. Kalau tidak ada Google Maps, mungkin semakin asing, nama Banyuwangi itu.

Masih ada lagi, Banyuwangi terpilih sebagai pemerintahan daerah terbaik di dunia dalam pengelolaan pariwisata, yang dicatat oleh UN-WTO. United Nation World Tourism Organization tahun 2015. Badan PBB yang mengurus pariwisata dan berpusat di Madrid, Spanyol itu. 

“Tahun 2016 ini juga mendapatkan penghargaan dari UNESCO, Badan PBB yang mengurusi soal pendidikan, social dan budaya, atas tiga Taman Nasional Sukamade, yakni Alas Purwo, Meru Betiri dan Ijen yang punya khawah 5000 hektar itu,” jelas Menpar.

Anda sudah pernah ke Ijen? Tanya menteri kepada audience. Semua saling pandang, satu sama lain. Mayoritas belum! 

“Pastikan ke Ijen, melihat bluefire, meskipun sekali dalam seumur hidup. Bola api raksasa di atas khawah Ijen, warnanya biru. Pemandangan seperti ini hanya ada di Ijen Banyuwangi dan Iceland. Saya sudah 4 kali ke sana. Dulu hanya orang-orang Prancis yang tahu dan disembunyikan, dinikmati sendiri oleh mereka. Sekarang, semua orang bisa ke sana,” kata Arief Yahya yang berdarah Banyuwangi-Banten itu.

“Tidak jauh kok. Hanya tiga kilometer. Cuma tanjakannya 45 derajad saja,” kelakar Arief. Alas Purwo juga bagus, ada banteng, ada savana, padang rumput luas, dan binatang kitu bisa dilihat dalam jarak dekat. Pantai Plengkung juga menjadi salah satu lokasi surfing terbaik di dunia. 

“Semua sudah di-acknowledge oleh dunia internasional. Jadi masuk akal untuk dipromosikan ke seluruh dunia,” kata dia.

Bupati Azwar Anas mengatakan,”“International Tour de Banyuwangi Ijen 2016 ini momentum untuk banyak hal bagi kami”. (ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hmm... Fadli Zon Bicara Tentang Peran TNI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler