Istri Sudah Dibahagiakan Pilih Tinggalkan Suami Pekerja Serabutan

Jumat, 12 Februari 2021 – 08:08 WIB
Ilustrasi: Radar Surabaya/Jujuk Suwandono

jpnn.com - Pepatah 'sudah jatuh tertimpa tangga' sepertinya cocok untuk Donwori. Pada saat tak punya penghasilan tetap lantaran kehilangan pekerjaan, pria 30 tahun itu malah ditinggal istrinya minggat.

Begini cerita lengkapnya soal Donwori. Pandemi penyakit virus corona 2019 (Covid-19) benar-benar membuat banyak pihak kehilangan mata pencaharian.

BACA JUGA: Bocah Kelas II SD Bercerita soal Mamanya Setiap Sore Dijemput Pria Bermobil

Jelang Idulfitri tahun lalu, perusahaan tempat Donwori bekerja memutuskan merumahkan para pegawainya. Perusahaan sudah tak sanggup mengeluarkan biayai rutin, termasuk menggaji pegawai.

Donwori yang menjadi tulang punggung keluarga terkena kebijakan itu. Sementara istrinya -sebut saja Karin- cuma ibu rumah tangga biasa.

BACA JUGA: Gara-gara Pesona Karyawati Baru di Kantor Suami...

Rumah tangga Donwori dengan Karin sudah berjalan selama 3 tahun. Namun, pasangan suami istri itu tidak punya usaha sampingan.

Praktis ketika Donwori dirumahkan, kondisi perekonomian rumah tangganya pun langsung megap-megap. “Kalau saya dipecat, ya otomatis kelabakan,” kata Donwori.

BACA JUGA: ART Demen Berdaster Bikin Majikan Ngiler

Namun, Donwori tak menyerah agar dapur di rumahnya tetap mengepul. Selama berbulan-bulan Donwori ke sana kemari mencari pekerjaan.

Tentu saja bukan hal mudah memperoleh pekerjaan pada masa  pandemi seperti ini. Ikhtiar Donwori pun tak berbuah.

Yok opo ono kerjoan, wong korona koyok ngene (Apa ada pekerjaan, wong sedang corona seperti ini, red). Yang ada malah pemecatan,” sambungnya dengan nada emosi.

Akhirnya Donwori memilih bekerja serabutan. Pekerjaan apa saja dia lakoni meski hasilnya tak sebesar gaji bulanannya semasa masih bekerja di perusahaan.

“Ya kerja apa saja. Yang penting ada yang minta jasa saya,” tuturnya.

Misalnya, ada tetangga yang mau ke luar kota, Donwori yang menjadi sopirnya. Atau kalau ada kenalan yang menggelar hajatan, Donwori menjual jasa sebisanya.

“Istilahnya kerja serabutan,” tegasnya.

Pekerjaan serabutan itu tak cukup untuk membiayai rumah tangga Donwori. "Persoalan muncul karena pekerjaan serabutan itu,” ungkapnya.

Rupanya Karin tak tahan dengan cara kerja Donwori. Terlebih, penghasilan Donwori tak seperti dahulu lagi.

Gak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.

Sejak saat itu Karin menjadi sering uring-uringan dan gampang sekali marah. Persoalan kecil saja membuat Karin langsung murka.

“Kalau marah, dia sering minggat meninggalkan rumah, enggak pamit. Kadang ke tempat saudaranya, temannya atau pulang ke rumah orang tuanya,” beber Donwori.

Menurut Donwori, dirinya sudah berikhtiar mencari pekerjaan yang lebih baik. Walakin, kondisi saat ini memang tak menentu.

Dalam kondisi seperti itu, Donwori harus menerima kenyataan pahit. Tiba-tiba Karin minta pisah.

“Eh lha kok dia malah minta cerai, katanya sudah enggak tahan hidup dengan pengangguran seperti saya ini. Dia enggak mau hidup pas-pasan,” tutur Donwori.

Tentu saja Donwori mengelus dada. Ikhtiarnya sebagai tulang punggung keluarga seolah tak berharga di mata Karin.

“Saya sudah berusaha bahagiakan dia, tapi kok malah seperti ini balasannya. Selama dirumahkan saya juga udah usaha cari kerja serabutan,” kata Donwori.(Radar Surabaya)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Donwori   Karin   Pandemi   Covid-19  

Terpopuler