Jadi Korban KDRT, Istri Balas Dendam Bunuh Suami yang Tidur Pulas

Jumat, 24 Januari 2020 – 06:06 WIB
Police Line. foto: ilustrasi for sumeks

jpnn.com, PROBOLINGGO - Endang Sulastri (35) pelaku penganiayaan yang menggorok leher dan menghantam kepala suaminya dengan tabung gas melon, menyesal telah melakukan perbuatannya tersebut. 

Dia mengaku terpaksa melakukan hal tersebut karena merasa nyawanya saat itu sedang terancam dan sering menjadi korban KDRT.

BACA JUGA: Siswi SMP Diduga Bunuh Diri, Nekat Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah

Hasil dari pemeriksaan kepolisian Polsek Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Endang dalam kondisi sehat jasmani rohani saat melakukan aksinya.

Di hadapan polisi, Endang menceritakan alasannya menghabisi nyawa Isbullah Huda (44), suaminya yang selama ini hidup bersama selama 20 tahun.

BACA JUGA: Ditemukan Potongan Tubuh Manusia Tetapi Tak Ada yang Lapor soal Orang Hilang

"Alasannya tersangka karena nyawanya terancam. Hampir setiap hari bertengkar, ditambah suaminya sering memukul dia. Dari sanalah tersangka menganiaya suaminya saat tertidur pulas," ujar Kapolsek Kotaanyar Iptu Agus Sumarsono.

Awalnya Endang memukul kepala suaminya memakai tabung gas Lpg 3 kilogram beberapa kali,

BACA JUGA: Berita Duka, Vladimir Chausov Meninggal Dunia di Bali

Namun, karena kondisi sang suami terlihat baik-baik saja, Endang pun mengambil pisau dapur dan menggorok leher Isbullah.

Setelah itu, Endang mengaku pada polisi menyesal telah menganiaya suaminya. Dia hanya bisa pasrah atas perbuatan yang dilakukannya.

"Status pernikahan pasutri ini dilakukan secara siri, usai menganiaya suaminya, tersangka sempat merawat luka hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit dan tersangka menyerahkan diri," kata Iptu Agus.

Sampai sejauh ini, korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit Waluyojati, Kraksaan. (yos/pojokpitu/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler