Jaga Dolly, Kapolri Minta Anak Buah Tidak Gunakan Senjata

Rabu, 18 Juni 2014 – 17:24 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman menginstruksikan jajarannya di Polda Jawa Timur dan Poltabes Surabaya agar menghindari penggunaan senjata dalam menghadapi massa yang menolak penutupan lokalisasi Dolly, Surabaya.

Perintah pelarangan penggunaan senjata ini agar tidak ada korban jiwa dalam upaya penutupan lokalisasi yang disebut-sebut terbesar di Asia Tenggara itu, yang secara seremonial dilakukan  Rabu malam (18/6).

BACA JUGA: Suasana Dolly Memanas, Pemkot Tak Mundur

"Polri akan beck-up kebijakan pemerintah (menutup lokalisasi Dolly). Karena itu keputusan semua pihak harus didukung. Kalau ada pertentangan dijaga agar tak jadi korban," katanya.

Karena itu, Jenderal bintang empat itu meminta jajarannya tidak menggunakan senjata saat menghadapi warga Dolly. Sebab, mereka bukan penjahat.

BACA JUGA: PKS Apresiasi Keberanian Risma Tutup Dolly

"Kita hindari penggunaan senjata. (Prostitusi) itu melanggar hukum tapi bukan penjahat, gunakan langkah persuasif. Kalau kita jaga terus dan tak ada pelanggannya, akan bubar dengan sendirinya," tandas Sutarman. (fat/jpnn)

 

BACA JUGA: PSK Dolly Bakar Undangan Pembagian Dana

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga dan PSK Blokade Akses ke Dolly


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler