Jaga Stabilisasi Harga, Operasi Pasar Bulog Gelontorkan 205 Ribu Ton Beras Selama Agustus

Rabu, 31 Agustus 2022 – 22:41 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional atau NFS Arief Prasetyo Adi saat mengecek ketersediaan dan harga beras di Pasar Palmerah, Jakarta, Selasa (30/8). Foto: Dokumentasi Badan Pangan Nasional

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) memastikan stabilisasi harga bahan pokok beras melalui operasi pasar yang dilaksanakan Agustus ini di seluruh Indonesia berjalan lancar, dengan realisasi penyaluran sebanyak 205 ribu ton.

“Berdasarkan pantauan kami yang terus dilakukan di tengah situasi saat ini, harga beras cukup stabil karena Bulog melakukan operasi pasar sepanjang tahun,” kata Kepala NFA Arief Prasetyo Adi merespon perihal stabilisasi harga kebutuhan pokok saat ini, di mana sebelumnya sempat muncul isu kenaikan harga beras akibat kelangkaan bahan pangan pokok tersebut di Jakarta, Selasa (31/8).

BACA JUGA: Adegan Ini yang Ditolak Diperankan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Arief mengatakan penanganan soal harga dan ketersedian beras dengan segera ditangani Bulog lewat distribusi yang cepat dari gudang-gudang Bulog.

Perusahaan milik negara tersebut juga menjamin kecukupan pangan pokok bisa bertahan hingga akhir tahun dengan stok beras yang dikuasai Bulog sebesar satu juta ton yang tersebar merata di seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Karangan Bunga Terlihat di Rumah Ferdy Sambo, Baca Tuh Ucapannya, Jangan Gentar

“Stablisasi harga adalah tugas dari pemerintah, maka kami akan habis-habisan melaksanakan amanah tersebut tanpa ada unsur kepentingan apa pun kecuali kepentingan rakyat, terlebih ditengah situasi seperti sekarang,” kata Arief.

Dia menambahkan dirinya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk menyiapkan stok komoditas pangan yang ada untuk bisa selalu tersedia di masyarakat, terutama di tengah kondisi merebaknya isu krisis pangan akibat dinamika global saat ini.

BACA JUGA: Dor, Dor, Dor, Penembakan di Cengkareng Jakbar, Polisi Temukan Fakta Baru

“Badan Pangan Nasional menjamin kebutuhan pangan yang tersimpan saat ini di seluruh Indonesia selalu tersedia di masyarakat dan kami akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut,” kata Arief.

Lebih lanjut, Arief mengatakan upaya menjamin ketersediaan beras ini sejalan dengan apa yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo yang mengatakan bahwa meskipun stok beras sudah aman, Indonesia harus tetap hati-hati karena saat ini beberapa negara menghadapi kesulitan pangan. Hal itu yang membuat Indonesia belum berani memenuhi permintaan luar negeri dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

"Meningkatkan stok Bulog dan bekerja sama dengan seluruh stakeholder perberasan menjadi kunci stabilnya pasokan dan harga beras ke depan," kata dia.

Sementara itu, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Mokhamad Suyamto mengatakan dalam rangka meredam kenaikan harga, Bulog terus menggelontorkan beras melalui program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

Realisasi penyaluran KPSH di bulan agustus sudah mencapai 205 ribu ton.

“Sebagai upaya menjaga stabilitas harga kami akan meningkatkan program KPSH, sementara untuk meningkatkan stok cadangan beras penyerapan akan terus ditingkatkan,” ucapnya. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jawaban Kapolri soal Motif Pembunuhan Brigadir J, Oh Begitu, Bikin Bergeleng


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler