Jamaika Gudangnya Manusia Tercepat, Fraser-Pryce adalah yang Terbaru

Selasa, 25 Agustus 2015 – 00:56 WIB
Shelly-Ann Fraser-Pryce. Foto: Guardian

jpnn.com - BEIJING - Shelly-Ann Fraser-Pryce sudah mengacungkan tangan kananya tinggi-tinggi di satu meter terakhir sebelum menyentuh finish. Matanya memandang tajam ke depan. Bahasa tubuhnya seakan memperkenalkan diri kepada dunia bahwa dialah perempuan tercepat di dunia.

Ya, pelari Jamaika itu kemarin benar-benar tampak terlalu tangguh bagi lawan-lawannya. Di final 100 meter putri kejuaraan dunia atletik di stadion sarang burung, Beijing, pelari 28 tahun tersebut mendapatkan emas ketiganya sepanjang karier di kejuaraan dunia.

BACA JUGA: Hamilton Waspadai Sakit Hati Nico Rosberg

Raihan Fraser-Pryce itu membuat Jamaika menjadi negara tempat dua manusia tercepat di dunia berasal. Sehari sebelumnya, sprinter putra mereka, Usain Bolt juga menjadi yang tercepat di 100 meter putra dengan catatan waktu 9,79 detik. 

Fraser-Pryce sendiri meraih emas dengan catatan waktu 10,76 detik. Medali perak diraih sprinter muda Belanda, Dafne Schippers. Jawara European Championships 2014 itu terpaut 0,05 detik di belakang Fraser-Pryce dengan catatan waktu 10,81 detik. Sementara itu, sprinter Amerika Serikat (AS) Tori Bowie membawa pulang perunggu dengan catatan waktu 10,86 detik.

BACA JUGA: Begini Pesan Bos Djarum untuk Mohammad Ahsan

Gelar itu makin menahbiskan Fraser-Pryce sebagai perempuan tercepat yang ada di muka bumi. Sebelumnya, dia menuai hasil yang sama pada kejuaraan dunia 2009 di Berlin dan 2013 di Moskow. 

Pelari yang kemarin tampil dengan rambut dikepang hijau dan hiasan bunga matahari di kepalanya itu juga merupakan penyapu bersih emas 100 meter di dua Olimpiade terakhir (London 2012 dan Beijing 2008). Sepanjang karier, kini pelari kelahiran Kingston, Jamaika itu telah mengumpulkan tujuh emas dan empat perak dari kejuaraan dunia dan Olimpiade.

BACA JUGA: Di Menit Akhir, La Viola Sukses Datangkan Adachihara

Meski begitu, catatan waktu yang diraihnya kemarin bukanlah yang terbaik. Pada Diamond League Paris, Juli lalu (4/7), dia berhasil mencapai waktu lebih baik yakni 10,74 detik. "Aku mulai bosan dengan 10,7 detik. Aku berharap di lomba selanjutnya bisa mencapai 10,6 detik. Aku percaya Tuhan, kerja keras, dan fokus dalam ekseksekusi bisa mengantarku sampai ke sana," ucap Fraser-Pryce dikutip BBC.

Berbeda dengan Fraser-Pryce, Schippers sangat bangga dengan waktu yang dicatatnya di final. Raihan waktu sprinter 23 tahun tersebut merupakan rekor nasional di Negara asalnya.

"Aku sangat bahagia. Aku sekarang pelari nomor dua di dunia. Ini gila,"  ucap pelari kelahiran Utrecht itu dikutip Guardian. 

Di lain sisi, pelari Kenya Vivian Cheruiyot menjadi yang tercepat di final 10.000 meter putri. Cheruiyot meraih emas dengan membukukan catatan waktu  31 menit 41.31 detik. Pelari Etopia Gelete Burka mendapat perak dengan finish terpaut 0,46 detik di belakang Cheruiyot (31:41.77). Medali perunggu di bawa pulang pelari AS,  Emily Infeld dengan finish ketiga (31:43.49). (irr/ray)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menpora Siapkan Calon CdM


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler