Jangan Ada Kesan Bayar Pajak seolah Dikejar Debt Collector

Puan Ajak Masyarakat Aktif Setor Pajak untuk Genjot Pembangunan

Kamis, 26 Maret 2015 – 20:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani saat melaporkan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh) pribadi tahun 2014 ke Direktorat Jenderal Pajak di Jalan Gatot Subroto, Kamis (26//3). Foto: Humas Kemenko PMK for JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani melaporkan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh) pribadi tahun 2014 ke Direktorat Jenderal Pajak, Kamis (26/3). Puan menyampaikan secara langsung SPT PPH miliknya ke kantor Ditjen Pajak di Jalan Gatoto Subroto, Jakarta Selatan.

Saat menyerahkan SPT PPh, Puan diterima oleh Pengkaji Bidang Pembinaan dan Penerbitan Sumber Daya Manusia Ditjen Pajak, Rida Handanu. Namun, Puan merahasiaan potongan pajak yang disetorkannya ke negara.

BACA JUGA: PT Timah Anggarkan Capex Rp 1,2 triliun

Puan hanya menegaskan bahwa ia berupaya menjalankan kewajiban sebagai warga negara.  Menurut Puan, membayar pajak merupakan upaya untuk berkontribusi pada penbangunan negara, "Ini adalah tanggung jawab  sebagai warga negara,” katanya.

Karenanya ia sengaja datang ke kantor Ditjen Pajak Kementerian Keuangan untuk menyetorkan SPT PPh. Mantan ketua Fraksi PDIP di DPR itu berupaya menyampaikan pesan ke masyarakat bahwa pajak penting untuk pembangunan.

BACA JUGA: Lagi, Pengamat Politik Diangkat jadi Komisaris Utama

Puan mengatakan, dengan membayar pajak maka warga negara telah berpartisipasi dalam pembangun Indonesia. Karenanya, ia berupaya menggugah kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tanpa paksaan.  “Jangan muncul kesan bayar pajak seperti dikejar-dikejar debt collector (penagih utang, red),” katanya.

Cucu Proklamator RI Bung Karno itu menegaskan, justru dalam pajak ada semangat kegotongroyongan. Sebab, uang dari pajak akan dikembalikan oleh negara ke masyarakat untuk pembangunan. “Membangun bangsa ini semangatnya adalah gotong royong," ucapnya.

BACA JUGA: PT Timah Punya Komisaris Baru

Namun demikian Puan juga mengharapkan aparat pajak dapat menjaga amanah dan kepercayaan. Salah satunya adalah dengan memperbaiki kualitas dan integritas para aparat pajak. Menurutnya, jangan sampai malah terjadi penyelewengan dan permainan antara aparat pajak dengan wajib pajak.

“Penyimpangan di sektor penerimaan pajak menyebabkan rakyat kecewa dan tidak percaya terhadap pemerintah,” paparnya. “Kesadaran tidak hanya warga negara tapi juga petugas yang bertugas memberikan pelayanan dengan baik kepada masyarakat,” pungkasnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fantastis... Truk Ini Laku Terjual 200 Unit Dihari Peluncuran


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler