Jangan Ada Lagi Pemain yang Terlambat Panas

Senin, 16 November 2015 – 06:14 WIB
Aremania di Stadion Kanjuruhan.Foto: Suharto/Radar Malang/dok.JPNN

jpnn.com - MALANG - Laga perdana Piala Jenderal Sudirman grup A, 10 November lalu, Achmad Bustomi dan kawan-kawan sukses menggasak Gresik United dengan skor telak 4-1. Kemenangan Arema Cronus itu  menegaskan keangkeran Stadion Kanjuruhan bagi tim lawan.

Selain itu, Singo Edan - julukan Arema - juga makin enteng untuk menjalani laga berikutnya dalam turnamen berhadiah Rp 2,5 Miliar ini. Terutama saat menjamu Persipasi Bandung Raya dalam laga lanjutan grup A Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan, Malang malam nanti (Tayangan langsung Net. TV pukul 19.00 WIB)

BACA JUGA: Zlatan Ibrahimovic dan David Luiz Shock dengan Kondisi Paris

Di atas kertas, Arema memang sangat diunggulkan untuk memenangkan laga itu. Selain karena Aremania yang tidak pernah absen memberikan dukungan dari atas tribun, kesolidan tim besutan Joko 'Gethuk' Susilo itu juga masih terjaga. Itu karena mereka tidak terlalu banyak melakukan bongkar pasang skuad setelah tampil di Piala Presiden lalu.

"Kami tentu banyak belajar dari laga perdana lalu. Dan, sejumlah kelemahan sudah kami evaluasi agar tidak terjadi lagi di laga besok (hari ini, Red)," kata I Made Pasek Wijaya, asisten pelatih Arema, kemarin (15/11).

BACA JUGA: Mantan Manajer Rossi: Konflik Rossi vs Marquez Bisa Dihindarkan Jika…

"Pemain yang terlambat panas saat melawan Gresik seharusnya tidak terjadi lagi," lanjut Made.

Tidak hanya itu, dia juga berharap kepada para pemain Arema U-21 seperti Junda Irawan dan Dio Permana harus bisa mengambil peran dalam laga tersebut. Itu tidak lain, karena ketika melawan Gresik, kedua pemain itu kurang memberikan kontribusi sehingga harus ditarik keluar saat laga baru berjalan 14 menit.

BACA JUGA: Montella Resmi Besut Sampdoria

Menurut Made, mereka sudah memberikan program latihan khusus untuk kedua pemain tersebut. Dengan harapan, mereka dapat jatah bermain lebih lama saat melawan PBR nanti. Tapi, bila performa mereka tidak begitu meyakinkan, maka tim pelatih tidak akan mengambil resiko.

Selain itu, lanjut Made, tim yang di Piala Presiden lalu finish di peringkat ketiga tersebut juga sudah menyiapkan algojo penalti mereka bila tim pemenang harus ditentukan oleh tendangan penalti. Itu karena dalam turnamen tersebut tidaka mengenal hasil imbang.

"Kami sudah siapkan penembak bila akhirnya harus adu penalti," jelasnya.

Di sisi lain, Rasiman, asisten pelatih PBR memosisikan diri mereka sebagai si mungil David melawan Arema yang dianalogikan sebagai raksasa Goliat. Menurutnya, Arema adalah salah satu tim kuat tanah air yang memang solid di semua lini. Namun, itu bukan berarti PBR akan menyerah tanpa perlawanan dalam laga itu.

"Tentu semua tim memperhitungkan Arema, karena mereka punya materi pemain yang luar biasa dan mereka layak diunggulkan dalam turnamen ini," ujar Rasiman.

"Sementara kami, sebagian besar adalah pemain-pemain muda, dan kami berharap mereka bisa berbuat sesuatu dalam laga nanti," harapnya. (dik/ko)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Empat Tim Berebut Wakili Indonesia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler