Jangan Gunakan Simbol Muhammadiyah untuk Mendukung Capres Tertentu

Minggu, 30 April 2023 – 07:03 WIB
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas. ANTARA/HO-Muhammadiyah.

jpnn.com, JAKARTA - Warga Muhammadiyah diingatkan jangan mengatasnamakan dan menggunakan simbol organisasi keagamaan itu dalam mendukung calon presiden tertentu d Pilpres 2024.

Imbauan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas melalui keterangan tertulis pada Sabtu (29/4).

BACA JUGA: Aktivis Muda Muhammadiyah Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

Dia mempersilakan saja bila ada di antara warga Muhammadiyah yang mau mendukung salah satu capres dan/atau melakukan penggalangan kekuatan pemilih di tengah-tengah masyarakat.

"Namun, jangan membawa-bawa nama dan simbol-simbol Muhammadiyah," kata Anwar Abbas.

BACA JUGA: Konon Nahdiyin Belum Rela Erick Thohir Jadi Representasi Politik NU di Pilpres 2024

Hal itu menurut dia dapat membuat Muhammadiyah sebagai organisasi tampak berpihak kepada salah satu pihak, bahkan membuat organisasi itu terlihat terlibat dalam politik praktis.

Menurut Anwar, sebagai sebuah organisasi Islam dan organisasi dakwah amar makruf nahi munkar, politik bagi Muhammadiyah bukan politik kekuasaan, melainkan politik nilai.

BACA JUGA: Duet Prabowo Subianto dan Erick Thohir Cocok jadi Pilihan Masyarakat

"Artinya, politik bagaimana caranya supaya pihak-pihak yang bersaing dalam pilpres menjunjung tinggi dan berusaha untuk menerapkan nilai luhur Pancasila dan dalam hukum dasar negara, yaitu UUD NRI 1945," tuturnya.

Dia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah menyambut gembira kemunculan nama-nama capres untuk Pilpres 2024.

Muhammadiyah juga mempersilakan dan memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk memilih capres yang mereka percayai.

Walakin, Muhammadiyah tidak terlibat dalam kegiatan dukung-mendukung capres tertentu.

"Dalam konteks pilpres, sudah jelas Muhammadiyah tidak akan terlibat dengan kegiatan dukung mendukung siapa yang akan dipilih menjadi presiden," ujar Anwar Abbas.(antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler