Jangan Pilih Calon Kepala Daerah yang Lakukan Serangan Fajar

Minggu, 23 Agustus 2020 – 18:03 WIB
Warga saat mengikuti pencoblosan Pilkada. Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Pilkada Watch mengajak masyarakat memaknai Pilkada serentak 2020 sebagai proses demokrasi untuk memilih pemimpin yang berkualitas di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Caranya, masyarakat memilih calon kepala daerah yang mampu memberi solusi menghadapi dampak Covid 19, bukan yang malah melakukan serangan fajar.

BACA JUGA: Inilah Calon Lawan Anak Presiden di Pilkada Solo, Duet Penjahit dan Ketua RW

"Para calon kepala daerah dalam kampanye harus ada kesadaran adanya protokol Covid, jangan sampai hasrat untuk meraih kekuasaan dengan mengumpulkan massa justru menjadi klaster baru penyebaran Covid-19," ujar Direktur Eksekutif Pilkada Watch Wahyu A Permana, dalam pesan elektronik yang diterima, Minggu (23/8).

Pada diskusi virtual yang mengangkat thema 'Masihkah Ada Komitmen Parpol Menyodorkan Kontestan Berkualitas?', Wahyu mencontohkan langkah salah satu bakal calon yang dinilai kurang baik.

BACA JUGA: KPK Bakal Awasi Rekam Jejak Calon Kepala Daerah

Misalnya di Kabupaten Banggai Laut, ada bakal calon yang diduga mengumpulkan massa tanpa menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Ratusan orang dikumpulkan dengan jarak berdekatan, tanpa menggunakan masker dan dengan waktu yang lama.

BACA JUGA: Bu Mega Ingatkan Calon Kada Meniru Jokowi, Jika Menang Tidak Berubah jadi Angkuh dan Pongah

"Di era pandemi sekarang ini sangat diberharapkan calon yang diusung peduli terhadap protokol kesehatan. Jika protokol kesehatan saja diabaikan, bagaimana mereka bisa peduli terhadap masyarakat," ucapnya.

Wahyu juga berharap KPU dan Bawaslu memiliki instrumen yang dapat membubarkan pertemuan calon kepala daerah jika tidak menerapkan protokol kesehatan.

Pada Pilkada Serentak Tahun 2020 ini Pilkada Watch akan berkolaborasi dengan pengembang aplikasi Qlue untuk lakukan pengawasan.

"Melalui aplikasi qlue yang diunduh di gadgetnya masing-masing, para relawan dapat melaporkan langsung pelanggaran dan atau kecurangan yang dilakukan baik oleh calon kepala daerah, penyelenggara maupun aparat pemerintah" ucapnya.

Sementara itu, komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengapresiasi imbauan yang disampaikan Pilkada Watch.

"Saya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Pilkada Watch yang telah mengawasi dan mengingatkan kami, terutama terkait protokol kesehatan. Aturan tersebut sudah ada di PKPU 5/2020," katanya.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga berharap pilkada serentak menghasilkan pemimpin yang berkualitas, berintegritas dan profesional.

"Proses ini akan mubazir apabila menghasilkan produk pilkada yang cacat moral. Ini tanggung jawab semua, termasuk partai politik," pungkas Viva Yoga.(gir/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler