Jangan Sering Memukul Anak, Ini Efek Negatifnya

Rabu, 30 Januari 2019 – 09:05 WIB
Ilustrasi memukul anak. Foto: Hellosehat

jpnn.com - Orang tua tidak boleh memukul anak-anak mereka karena akan memberikan efek negatif.

American Academy of Pediatric (AAP) telah memberikan pernyataan kebijakan yang memperingatkan tentang efek berbahaya dari hukuman fisik terhadap anak di rumah.

BACA JUGA: Awas! Ini Bahayanya Memukul Anak Anda

"Salah satu hubungan terpenting yang Anda miliki adalah hubungan antara diri Anda dengan orang tua Anda dan masuk akal untuk menghilangkan atau membatasi rasa takut dan kekerasan dalam hubungan cinta itu,” kata seorang dokter anak di Tufts Medical Center and the Floating Hospital for Children in Boston dan salah satu peneliti, Dr. Robert D. Sege, seperti dilansir laman MSN, Selasa (29/1).

Kebijakan baru AAP yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics memperbarui panduan disiplin berusia 20 tahun yang menyarankan orang tua agar tidak memukul anak mereka. Analisis dari tahun 2016 dari beberapa penelitian, misalnya, menemukan bahwa orang tua tidak mendapat manfaat dari memukul anak mereka.

"Tentu saja Anda bisa mendapatkan perhatian seorang anak, tetapi itu bukan strategi yang efektif untuk mengajarkan hal mana yang benar dan salah kepada anak Anda," jelas Dr. Sege.

Studi terbaru juga menunjukkan bahwa hukuman fisik dikaitkan dengan agresi yang meningkat dan akan membuat anak-anak menjadi pemberontak di masa depan.

Ada potensi ramifikasi ke otak juga. Sebuah studi tahun 2009 dari 23 orang dewasa muda yang berulang kali mengalami hukuman fisik yang keras menemukan berkurangnya volume materi abu-abu di area korteks prefrontal yang diyakini memainkan peran penting dalam kognisi sosial.

Mereka yang mengalami hukuman keras juga memiliki I.Q yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol. "Meskipun penelitian ini kecil dalam ruang lingkup, hal itu bisa membantu memberikan dasar biologis untuk pengamatan lain tentang hukuman fisik," tambah Dr. Sege.

Jadi apa cara terbaik untuk mendisiplin anak-anak? Itu sangat tergantung pada usia dan temperamen anak. "Disiplin yang efektif melibatkan berlatih empati dan memahami bagaimana memperlakukan anak Anda dalam berbagai tahap perkembangan untuk mengajari mereka cara untuk cooling off ketika segala sesuatunya menjadi eksplosif," kata Dr. Vincent J. Palusci, seorang dokter anak di Rumah Sakit Anak-anak Hassenfeld di N.Y.U. Langone.

Situs web pengasuhan akademi, HealthyChildren.org, menawarkan tips untuk mendisiplinkan anak-anak yang lebih muda dan lebih tua. Menghargai perilaku positif, menggunakan timeout dan membangun hubungan yang jelas antara perilaku dan konsekuensi bisa menjadi strategi yang efektif.(fny/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler