Jangan Terkecoh ya, Margarin Impor Belum Tentu Bagus

Senin, 11 Maret 2019 – 18:06 WIB
Kerja sama industri dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti. Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Konsumen diminta hati-hati saat memilih margarin. Jangan terkecoh dengan brand maupun produsen lokal atau impor. Sebab, faktanya beberapa margarin impor justru menggunakan gajih (lemak) hewan sehingga kurang baik dikonsumsi masyarakat Indonesia.

"Masyarakat kita kan senang banget dengan margarin impor untuk proses pembuatan bakery, cake, dan lainnya. Padahal bahan dasarnya bukan dari nabati loh melainkan gajih hewan karena mereka (negara luar) tidak punya sawit," ungkap Melvin Darmadinata, GM Sinar Meadow International Indonesia di sela-sela MoU dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Senin (11/3).

BACA JUGA: STP Nusa Dua Bali Berguru dari Jawara My Kitchen Rules 2016

Dia menyebutkan, tidak semua produk margarin yang beredar di pasaran bermutu baik. Padahal, standar produk bakery maupun cake yang baik harus dilihat dari bahan dasarnya. Bila bahan dasarnya baik, maka hasil akhirnya bermutu tinggi.

BACA JUGA: Anemia pada Ibu Hamil Berbahaya?

"Ada loh cara membedakan margain bermutu baik atau enggak. Margarin bermutu baik adalah teksturnya harus plastis, tidak berpasir, titik lumer di bawah suhu 40 derajat," tuturnya.

Minimnya pengetahuan masyarakat akan margarin yang baik itulah menjadi salah satu alasan Sinar Meadow melakukan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.

Dalam kerja sama ini, lanjut Melvin, pihaknya memberikan pendidikan kepada mahasiswa bagaimana menghasilkan produk bermutu tinggi. Dimulai dari pemilihan bahan dasar, pengolahan, penyajian, hingga saat produk itu dikonsumsi masyarakat.

"Dengan mendidik mahasiswa ini diharapkan mereka bisa menyajikan produk bakery and cake berkualitas tinggi. Kalau konsumen mengonsumsi produk bermutu, kesehatan konsumen bisa terjaga," tuturnya.

Selain itu mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti bisa magang di Sinar Meadow. Kerja sama ini berlaku lima tahun. Di mana tiap tahun, ada empat mahasiswa yang di-training.

Pada kesempatan tersebut Fetty Asmaniati, ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti menyambut baik MoU tersebut.

Dengan demikian makin banyak mahasiswa yang bisa meningkatkan kompetensi. Mengingat, peserta training ini akan diberikan sertifikat kompetensi yang bisa menambah bargaining position.

"Kami menyambut baik kerja sama ini, Sinar Meadow dari sisi pelatihan. Sedangkan OVO dari sisi membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) di kampus kami," tandasnya. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler