Janji Jujur, Peserta UN Berikrar

Selasa, 03 April 2012 – 11:35 WIB

MATARAM-Ujian Nasional (UN) yang akan digelar sebentar lagi menjadi perhatian serius jajaran pejabat di Pemkot Mataram. Termasuk Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Mereka tidak ingin hasil UN 2012 kembali membuat malu Kota Mataram. Menghadapi UN kali ini, pihak kepala sekolah, pendidik, peserta didik serta pejabat pengelola pendidikan di Kota Mataram kemarin berikrar melaksanakan UN secara jujur dan berprestasi. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana mereka tidak hanya berikrar, tapi bersumpah.

Pada 2011 lalu, nilai peserta UN Kota Mataram dinilai kurang memuaskan. Beberapa siswa di tingkat SMA tidak lulus. Entah karena alasan itu atau tidak, pada pelaksanaan UN tahun ini, elemen pendidikan di Kota Mataram tidak disumpah, tapi hanya mengumandangkan ikrar. ’’Yang jelas sekarang ikrar dulu,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Mataram, H Ruslan Effendy pada Lombok Post (Group JPNN).

Sementara dalam acara tersebut, Ruslan membeberkan perangkat UN 2012. Menurutnya, UN diikuti 20.687 siswa. Rinciannya, 7.515 siswa SD/MI dengan 460 ruang ujian dan 920 pengawas, 7.059 siswa SMP/sederajat dengan 385 ruang ujian dan 770 pengawas ujian, serta 6.112 siswa SMA/MA/SMK dengan 361 ruang ujian dan 722 pengawas.

’’Pelaksanaan UN sendiri terbagi menjadi beberapa jadwal. Untuk SMA/MA dilaksanakan pada 16-19 April, SMK 16-18 April, SMP/MTs 23-26 April, sedangkan SD/MI dilaksanakan pada 7-9 Mei 2012,’’ sebutnya.

Dalam ikrar menghadapi UN itu sendiri dikumandangkan beberapa poin. Antara lain kesiapan membangun budaya pembelajaran berdasarkan ajaran agama dan nilai-nilai utama karakter bangsa. Seperti, beriman, bertakwa, jujur, bersih, santun, cerdas, disiplin, kreatif, kerja keras, dan bertanggung jawab.

Selain itu, elemen pendidikan di Kota Mataram juga berikrar untuk siap mensukseskan UN dengan jujur dan berprestasi. Yang menarik, poin terakhir dalam ikrar itu adalah kesiapan seluruh elemen pendidikan di Kota Mataram dalam melaksanakan dan menerima pendidikan antikorupsi.

Sementara Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh lebih banyak menyorot paradigma UN. Menurutnya, UN seolah-olah merupakan satu-satunya ukuran prestasi pendidikan di satu daerah. ’’Ujian nasional ini sebenarnya hanya salah satu parameter untuk mengukur kemampuan siswa dan kinerja.  Tidak hanya kinerja guru, tapi seluruh insan pendidikan di suatu daerah,’’ ucapnya.

Menurut Ahyar, masih banyak parameter lain yang bisa dijadikan acuan kualitas pendidikan. Meski begitu, ia mengaku sangat yakin, pada UN 2012 ini, seluruh peserta, baik tingkat SMA, SMP maupun SD akan lulus seratus persen. ’’Dengan penuh keyakinan, saya katakan, bahwa pada tahun ini siswa-siswa di Kota Mataram akan berhasil mencapai target kelulusan 100 persen,’’ tandasnya.(oni)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Guru di Pedalaman Jangan Suka Cari Alasan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler