Jasa Raharja Cetak Kinerja Positif Kuartal III 2021, Ini Rahasianya

Kamis, 16 Desember 2021 – 13:32 WIB
Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A Purwantono membagikan rahasia keberhasilan Jasa Raharja mencetak kinerja positif kuartal III-2021. Foto: Jasa Raharja

jpnn.com, JAKARTA - PT Jasa Raharja berhasil mencetak kinerja positif kuartal III-2021. Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A Purwantono memaparkan kinerja tersebut berkat berbagai transformasi digital dan inovasi yang dilakukan sejak awal tahun.

Menurut dia, manajemen dan seluruh insan Jasa Raharja terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, melakukan inovasi, transformasi digital, dan efisiensi.

BACA JUGA: Cegah Penularan Covid-19, Jasa Raharja Fasilitasi Silaturahmi Online Nataru 2021

Rivan menegaskan langkah ini menjadi kunci bagi pertumbuhan perusahaan di saat pandemi maupun menjadi pondasi pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Penerapan operational excellence yang berpedoman dengan governance risk compliance, sektor pendapatan, pengelolaan investasi yang aman, pengembangan human capital yang unggul , serta efisiensi biaya yang dilakukan manajemen,” jelas Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A Purwantono, di Jakarta, Kamis (16/12).

BACA JUGA: Transformasi Optimal, Jasa Raharja Bukukan Kinerja Positif di Semester I 2021

BUMN penyelenggara program perlindungan dasar kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan itu menjalankan berbagai transformasi digital bersama mitra kerja antara lain pengembangan Aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL).

SIGNAL dibidik menjadi Bank Data dan digitalisasi Road Tax dapat menjadi salah satu alat Electronic Vehicle Identification yang memungkinkan menjadi Modern Road Payment System pada seluruh transaksi di jalan seperti pembayaran tol hingga parkir.

BACA JUGA: Kolaborasi Jasa Raharja-Korlantas Polri, ETLE Kini Hadir di Aplikasi JRKu

"Di internal Jasa Raharja antara lain penerapan sistem DASI-JR, sistem keuangan ORACLE e-Business Suite untuk transaksi pendapatan, investasi, klaim dan lain-lain, kemudian sistem pelaporan manajemen risiko digital Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMMR), tata kelola SDM melalui HRIS, MOVIS, tata persuratan digital SIAP-JR, dan PKBL Online," beber Rivan.

Selain itu, langkah transformasi digital untuk peningkatan pelayanan terhadap masyarakat juga dilakukan melalui pengembangan aplikasi JRKu dan Sistem Verifikasi Rawatan (Sivera).

Integrasi sistem pelayanan santunan dengan Korlantas Polri, Sistem Kependudukan dan Catatan Sipil, BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit juga terus dilakukan.

PT Jasa Raharja juga berhasil meningkatkan kecepatan pelayanan proses klaim santunan yang semakin baik dan cepat.

Menurut Rivan, rata-rata kecepatan penyerahan santunan meninggal dunia (MD) adalah satu hari 10 jam lebih cepat satu hari 14 jam dari target tiga hari dan lebih cepat 5 jam dari tahun lalu yaitu 1 hari 15 jam.

"Total santunan yang diserahkan s 1,73 T naik 0,8 persen dari periode yg sama tahun lalu” tambah Rivan.

Tidak hanya pelayanan santunan program pencegahan kecelakaan juga tak luput dilakukan salah satunya dengan mengintegrasikan sistem Electronic Traffic Law Enforcement dengan aplikasi JRKu.

"Ada juga kegiatan pencegahan yang bersifat edukatif berupa pelatihan kepada awak angkutan, pelatihan penanganan korban lakalantas bagi masyarakat untuk mengurangi fatalitas," ucap Rivan.

Adapun kegiatan yang bersifat partisipatif berupa sinergi dengan stakeholder Korlantas Polri, Kemenhub, 5 (lima) pilar keselamatan jalan dalam bentuk safety campaign bersama.

"Tentunya kegiatan bersifat preventif yaitu pendistribusian alat-alat/sarana pencegahan kecelakaan, dan program seperti mudik online.

Jasa Raharja juga berkontribusi di bidang sosial bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL).

"Kami merealisasikannya berpedoman kepada 4 (empat) pilar TJSL yaitu Pilar Lingkungan, Pilar Sosial, Pilar Hukum dan Tata Kelola dan Pilar Ekonomi," kata dia.

Jasa Raharja mencatat pertumbuhan total aset sebesar Rp 16 triliun atau naik 16,39 persen dari posisi periode sama tahun lalu.

"Rasio risk based capital (RBC) sebesar 702,88 persen, meningkat 27,10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 553 persen, seiring kenaikan ekuitas sebesar 22,01 persen menjadi Rp 12,68 triliun. Angka RBC ini jauh di atas angka RBC yang ditetapkan regulator yakni sebesar 120 persen," kata doa.

Jasa Raharja juga mencatatkan hasil investasi hingga September 2021 sebesar Rp 590,12 miliar atau naik 7,01 persen.

Hal ini tentunya dapat dicapai dengan pengelolaan investasi yang secure dan aman dan juga seiring mulai membaiknya kondisi pasar modal jika dibandingkan dengan tahun 2020 pada saat awal pandemi.

"Laba bersih sebesar 48,85 persen atau sebesar Rp 1,35 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 911,68 miliar," ungkap Rivan.

Ke depan, Jasa Raharja akan terus melakukan optimalisasi pendapatan seiring dengan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat.

"Akan diwujudkan melalui aplikasi JRKu yang bisa langsung membayar pajak kendaraan bermotor maupun sistem host to host dengan seluruh operator angkutan baik darat, laut dan udara,” kata Rivan. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler