Jelang Helat G20, Menteri ESDM Tinjau Kesiapan Green Energy Station Pertamina di Bali

Selasa, 30 Agustus 2022 – 20:05 WIB
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meninjau kesiapan Green Energy Station (GES) milik Pertamina di Bali. Foto: dok Pertamina

jpnn.com, BALI - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meninjau kesiapan Green Energy Station (GES) milik Pertamina di Bali.

Dalam peninjauannya, Arifin tidak sendirian, tetapi ditemani oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

BACA JUGA: Percepat Turunkan Emisi Karbon, Pertamina Gandeng Perusahaan Nasional dan Global

Kunjungan tersebut untuk mendukung kesiapan Pertamina dan menilai sebagai langkah awal menuju transisi energi baru terbarukan (EBT).

Dalam kunjungannya, Arifin langsung mendapat penjelasan soal GES Pertamina oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso.

BACA JUGA: Pertamina Sukses Hemat Anggaran Hingga Rp 6 Triliun

Selanjutnya, Arifin dan rombongan meninjau Charging Station (SPKLU) dan Battery Swapping Station (SPBKLU) untuk mendukung kendaraan listrik yang saat ini terus meluas penggunaannya.

"Ini akan menuju ke Energi Baru Terbarukan karena, kan, memang hulunya ini kami masih memakai (energi) fosil yang dulu sudah di program panjang, tetapi ini akan berangsur transisi menuju energi bersih energi baru terbarukan," kata Arifin.

BACA JUGA: BBM Pertamina Bakal Naik? Berikut Daftar Harga Terbaru 26 Agustus 2022

Dia menambahkan, memang sudah saatnya Indonesia mulai transisi energi dari fosil menuju energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.

Terlebih, Pertamina sudah menyiapkan GES untuk mendukung arah kebijakan transisi energi ini.

"Pertamina harus antisipasi tantangan usaha jangka panjang melihat sumber yang ada di kita sumber migas makin turun," kata Arifin.

Sementara itu, Nicke mengatakan hingga kini Pertamina memiliki 238 GES yang terpasang panel surya, 6 unit Charging Station untuk pengisian mobil listrik, dan 14 unit Battery Swapping Station untuk penukaran baterai motor listrik.

Pertamina juga menargetkan nantinya semua outlet baik sisi hilir maupun hulu akan ditingkatkan dari energi baru terbarukan.

"Kami punya target energy mix. Untuk ekosistem EV (electric vehicle) Pertamina masuk di hilir dulu kita mulai roda dua," ujarnya.

Dia memahami bahwa pasar roda dua sangat sulit untuk melakuka charger di rumah.

"Jadi, konsepnya kami jual baterai swap berikan kemudahan bagi kendaraan motor," ungkap Nicke.

"Untuk sisi hulu, Pertamina kerja sama dengan BUMN Inalum, PLN membangun Indonesia Battery Corporation (IBC) melakukan investasi pengembangan pembuatan baterai mulai dari hulu hingga hilir," imbuh Nicke.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso mengatakan perluasan penyediaan infrastruktur hilir khususnya di Bali merupakan bagian komitmennya untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yakni Charging Station (SPKLU) dan Battery Swapping Station (SPBKLU).

“Dulu Program Langit Biru Pertamina yang bertujuan untuk mengurangi emisi juga hadir pertama kali di Bali. Tingkat kepedulian yang tinggi dan makin maraknya kendaraan listrik di Bali kami ambil sebagai kesempatan untuk turut berkontribusi mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Bali,” jelas Harsono Budi.

Harsono mengatakan Pertamina pada tahun ini berencana mengembangkan 58 GES, 6 di antaranya akan dilengkapi dengan 6 unit Battery Swapping Station.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga turut mengembangkan unit Charging Station untuk pengisian bus listrik.

“Perluasan ini mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam mempercepat elektrifikasi di sektor transportasi serta komitmen untuk menjalankan aspek Environmental, Social, & Governance (ESG) mengenai penyediaan energi yang lebih bersih,” lanjutnya.

Diketahui, Bali menjadi tempat perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022 mendatang.

Perhelatan itu akan dihadiri para pemimpin negara besar dunia yang tergabung dalam G20.

Sejumlah persiapan untuk mendukung kegiatan perhelatan akbar itu dilakukan Pertamina, salah satunya dengan menyediakan GES untuk kebutuhan kendaraan kegiatan G20 yang sebagian besar menggunakan kendaraan listrik ramah lingkungan. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menurut Pertamina, Stok Pertalite dan Solar Aman, Apa Iya?


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler