Jembatan Kapuas dan Landak Baru Diharapkan Rampung 2017

Minggu, 10 Juli 2016 – 23:49 WIB

jpnn.com - PONTIANAK -- Pembangunan jembatan Kapuas dan Landak yang baru di samping yang lama akan diupayakan dimulai pada 2017. Dua jembatan ini sudah harus dibangun secepatnya. 

Ini mengingat jembatan Kapuas I dan Landak yang ada sekarang ini sudah keteteran menampung volume kendaraan yang terus meningkat. Kemacetan parah kerap terjadi setiap hari di dua jembatan yang membentang di atas Sungai Kapuas dan Landak, Pontianak, Kalimantan Barat, itu.

BACA JUGA: Lonjakan Arus Balik di Bandara Tinggi, Tiket KA Juga Habis

Anggota Komisi V DPR Syarif Abdullah Alkadrie mengatakan, akan mengupayakan agar anggaran pembangunan dua jembatan itu bisa terealisasi pada 2017. Pembangunan jembatan itu direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Dia mengatakan, beberapa waktu lalu Wali Kota Pontianak Sutarmidji, sudah mengajukan usulan untuk pembangunan jembatan Kapuas dan Landak yang baru. 

"Tentu akan saya prioritaskan dan ini menjadi perhatian saya di Komisi V DPR. Mudah-mudahan bisa terlaksana 2017," kata Abdullah di Pontianak, Minggu (10/7).

BACA JUGA: Balekambang Solo Pun Jadi Destinasi Wisata Khas di Pesona Lebaran

Ia mengatakan, usai Lebaran nanti Komisi V DPR akan menggelar rapat dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Nantinya, ia mengatakan, usulan pembangunan jembatan baru itu akan menjadi prioritas untuk disuarakan di dalam rapat tersebut. Dia pun meminta agar Kemenpupera menjadikan pembangunan jembatan itu sebagai prioritas. "Saya akan minta itu diprioritaskan, terutama pembangunan jembatan Landak yang baru," katanya.

"Kami berupaya agar pemerintah pusat memberikan perhatian. Nantinya, pembangunan itu akan menggunakan dana dari pusat," ujarnya.

BACA JUGA: Pengunjung 3 Top Destinasi Wisata Cirebon Naik 400 Persen Lebih

Menurutnya, pembangunan ini harus cepat direalisasikan. Mengingat, kemacetan kerap terjadi setiap hari. Hal ini, selain menghambat lalu lintas, juga berpengaruh kepada perekonomian. Ini mengingat, kawasan tersebut merupakan jalur untuk supply barang dan jasa dari Kota Pontianak menuju utara Kalimantan Barat.

"Jembatannya nanti disandingkan dengan jembatan yang lama," tegas sekretaris Fraksi Partai NasDem di DPR itu.

Lebih jauh ia menjelaskan, nanti jika sudah ada dua jembatan, maka arus lalu lintas akan lebih lancar. Jembatan bisa dipakai untuk dua arah. Yang pertama arah ke Pontianak Utara dari Kota Pontianak, dan kedua untuk sebaliknya. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 1.000 Homestay di Momen Diaspora Banyuwangi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler