Jenderal Andika Ingin Prajurit TNI AD Memiliki Hunian Lebih Layak, Ini yang Dilakukannya

Senin, 24 Agustus 2020 – 06:05 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa. Foto: Dok Mabes TNI AD

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meminta agar proses rehabilitasi barak TNI AD di markas Batalion Infanteri 403 Wirasada Pratista (Yonif 403/WP) di Sleman, Yogyakarta segera terealisasi.

Andika ingin memastikan setiap anak buahnya bisa memiliki hunian yang lebih layak sehingga dalam menjalankan tugas, prajurit bisa merasa lebih aman.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Ustaz Sakit Malah Dihujat, Munarman FPI Bereaksi Keras, Novel PA 212 Mau Jerat Banser

"Ini kan tipikalnya seperti town house yang sangat sederhana, dindingnya jadi satu dengan tetangga. Jadi, menurut saya, dua rumah jadikan satu saja. Sehingga lebih pantas, lebih manusiawi, orang yang tinggal berkeluarga pun lebih nyaman," kata Andika dalam video diunggah akun Youtube TNI AD.

Jenderal Andika menambahkan, dengan rehabilitasi yang dilakukan akan mengurangi jumlah kepala keluarga yang bisa tinggal dalam sederetan rumah yang disediakan.

BACA JUGA: Sah! Laksma TNI Edwin Resmi Menjabat Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut

Namun, yang terpenting, keluarga yang tinggal dalam rumah tersebut tidak hidup susah karena tempat tinggal sempit atau kurang layak huni.

Pasalnya Andika khawatir, kesusahan tersebut dapat berdampak pada kualitas pekerjaan seorang prajurit di lapangan.

BACA JUGA: Inilah Daftar Nama 20 Perwira Tinggi TNI yang Naik Pangkat Termasuk Sekretaris Utama BNPT

Dalam tinjauannya yang telah dilakukannga, diketahui terdapat 29 rumah prajurit yang ditempati 191 kepala keluarga kondisinya sudah dinilai tidak Iayak huni, sehingga harus segera direnovasi.

Jenderal Andika pun meminta agar pengerjaan renovasi dilakukan secara serentak dan sebaik mungkin, dengan memperhatikan kelayakan sirkulasi udara, instalasi air dan listrik.

"Tadi ada 191 (kepala keluarga), mungkin akan berkurang. Mungkin jadi sekitar 150 KK, tetapi masing-masing keluarga lebih pantas, lebih manusiawi lah kami menempatkan mereka sehingga mereka dinasnya pun akan lebih fokus," tandas Andika. (cuy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler