Jika Gabung Koalisi Perubahan, Golkar Berpeluang Jadi Komandan

Selasa, 14 Februari 2023 – 22:32 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat bertamu ke kediaman dinas Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto di Jakarta Selatan, Sabtu (7/6/2022) Foto: Dokumentasi Bakomstra Partai Demokrat

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago menilai Golkar memang memiliki daya tarik besar bagi parpol yang ingin membangun koalisi.

Menurut dia, Golkar dianggap bagian terpenting dalam membangun pemerintahan.

BACA JUGA: Airlangga Minta Kader Golkar Fokus Berjuang Raih Target di Pemilu 2024

“Pilihan logis Golkar menjadi kunci penting dalam pemerintah dalam membangun negara. Golkar punya banyak sumber daya yang mampu membangun berbagai isu di berbagai level,” ujar Arifki saat dihubungi.

Peluang Golkar menjadi pemimpin koalisi pun sangat besar. Merujuk dari jumlah kursi di parlemen. Golkar hanya kalah dari PDIP. Dia bahkan berada di atas Gerindra.

BACA JUGA: Golkar Jaksel Target 14 Ribu Suara per Kecamatan

“Dengan dia bergabung ke koalisi partai lain, tentu Golkar punya ruang sebagai pemimpin koalisi,” imbuhnya.

Arifki juga setuju dengan anggapan Golkar seperti teh botol yang bisa bergabung dengan koalisi manapun. Termasuk, siapapun presiden terpilih di Pemilu 2024 nantinya.

BACA JUGA: Golkar Banyak Didekati Parpol Lain Karena Punya Hal-hal ini

“Makanya siapapun presidennya, Golkar penting banget berada di pemerintahan. Karena dia lebih berpengalaman di pemerintahan. Kuat di berbagai level. Ini ruang-ruang yang cukup menguntungkan bagi koalisi lain atau pemenang pemilu.”

“Karena diungtungkan dengan keberadaan Golkar. Kita lihat pasca reformasi Golkar selalu bagian dari pemerintahan, maka itu menguntungkan bagi partai pemenang atau siapapun presiden terpilih nantinya,” tutur dia.

Sementara perihal Capres, Arifki menyesalkan, hingga kini Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) belum juga deklrasi calon presiden. Sebab, menurut dia, lebih cepat deklarasi lebih baik bagi demokrasi Indonesia.

Menurut dia, sosok Airlangga punya kinerja yang moncer dalam kepemimpinan di pemerintahan. Salah satunya, kinerja kementerian ekonomi dan penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Airlangga.

Arifki menilai, bukan masalah besar elektabilitas Airlangga tak masuk tiga besar. Sebab, kekuatan Golkar berada di para Calegnya. Partai Golkar, kata dia, tidak menjual populisme dalam kepemimpinannya. (ant/dil/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler