Jika Pak JK Terganjal, Jokowi-Prabowo Lebih Ideal

Senin, 26 Februari 2018 – 13:21 WIB
Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo meyakini tidak ada lagi yang bisa menandingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Merujuk berbagai survei, Golkar pun bakal mempertahankan keputusannya mengusung Jokowi sebagai calon presiden.

"Sehingga kami memprediksi presiden 2019 tetap Jokowi," kata Bambang di gedung DPR, Jakarta, Senin (26/2). 

BACA JUGA: Andai Ada Tiga, Pak Jokowi Pasti Dag-Dig-Dug

Bambang menyatakan, merujuk berbagai hasil survei untuk posisi calon wakil presiden (cawapres) 2019, Jusuf Kalla masih berada di posisi yang tertinggi. Hanya saja, hal yang kini dikaji apakah sosok yang akrab disapa dengan panggilan JK itu masih bisa maju lagi sebagai cawapres.

Bamsoet -panggilan akrab Bambang- mengatakan, Undang-undang Dasar (UUD) 1945 tidak secara jelas mengatur tentang masa jabatan wakil presiden. "Walaupun bahasanya dalam UU itu punya presiden tidak boleh menjabat dua kali berturut-turut, tetapi kalau cawapresnya tidak begitu diatur," katanya. 

BACA JUGA: Kasihan Pak JK, Jangan Lagi Didorong Maju jadi Cawapres

Karena itu, kata Bambang, jika secara konstitusi memungkinkan maka sebaiknya Jokowi tetap berduet dengan JK pada Pemilu 2019. "Itu menurut pandangan saya pribadi, lho,” katanya. 

Lantas, bagaimana kemungkinan Jokowi berduet dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)? Bamsoet melihat Jokowi sekarang ini butuh cawapres yang bisa menambah dukungan suara.

BACA JUGA: Demi Bertemu Jokowi, Sutradara Dilan 1990 Ngebut

Karena itu Bamsoet mengatakan, siapa pun cawapres bagi Jokowi harus memberi insentif elektoral. "Bukan malah jadi beban bagi Pak Jokowi itu sendiri," ungkapnya.

Menurut Bamsoet, pilihan ideal adalah menentukan cawapres berdasarkan survei saja. Jika JK tak memungkinkan lagi secara konstitusi, kata Bamsoet, maka harus cari cawapres yang paling bagus buat bangsa.

Dalam pandangan Bamsoet, hal yang harus dihindari adalah pertarungan tajam di pilpres yang menyisakan luka dan lama menyembuhkannya. Karena itu, Bamsoet menyebut nama calon wakil presiden terbaik bagi Jokowi jika JK tak memungkinkan lagi adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. 

"Ya sudah kalau Pak JK tidak boleh maka yang ideal adalah psangan Jokowi-Prabowo," katanya.

Menurut dia, kalau Jokowi-Prabowo berduet maka tidak ada pertarungan sengit yang berpotensi menimbulkan luka kembali terhadap kelmpok-kelompok bangsa. "Pelajaran yang kita petik kemarin antara Jokowi dan Prabowo itu kan cukup lama dua tahun paling tidak melakukan recovery," ujarnya.

Menurut dia, adanya Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat (KMP-KIH) di parlemen juga sangat memengaruhi kinerja pemerintahan. Karena itu, ujar Bamsoet, harus ada kesadaran untuk mendahulukan kepentingn rakyat dan mendorong pasangan yang minim potensi perpecahan.

"Sehingga kami tidak terlalu bermimpi muluk-muluk, yang penting kami titipkan bangsa ini kepada calon yang sudah kami dukung Pak Jokowi. Terserah, beliau mau menggandeng siapa sebagai cawapresnya," ucap ketua DPR pengganti Setya Novanto itu.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Ikut Kepincut Film Dilan 1990


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler