Joe Biden Berpidato, Kalimatnya Diarahkan kepada Pendukung Trump

Minggu, 08 November 2020 – 15:07 WIB
Calon Presiden AS Joe Biden. Foto: REUTERS

jpnn.com, WASHINGTON - Joe Biden berhasil menjadi pemenang Pilpres Amerika Serikat (AS) 2020, mengalahkan Donald Trump sebagai kandidat petahana yang diusung Partai Republik.

Joe Biden menyampaikan pidato pertamanya sebagai presiden terpilih Amerika Serikat, Sabtu (7/11).

BACA JUGA: Tahniah dan Harapan Presiden Jokowi untuk Kemenangan Joe Biden di Pilpres AS

Capres yang diusung Partai Demokrat itu menyampaikan pidato ketika sang petahana Presiden Donald Trump menolak mengakui kekalahan pada hasil pilpres AS 2020 yang berlangsung ketat.

Biden menyatakan saat ini adalah waktu bagi Amerika untuk "menyembuhkan diri".

BACA JUGA: Siapakah Joe Biden? Ini Profilnya

"Saya berjanji akan menjadi presiden yang berupaya bukan untuk memecah belah, tetapi untuk mempersatukan," kata Biden.

Ia kemudian mengarahkan pernyataannya kepada para pendukung Trump.

BACA JUGA: Hasil Pilpres AS Sudah Jelas: Biden Menang, Trump Mengeyel

“Sekarang, mari kita saling memberi kesempatan. Saatnya singkirkan retorika kasar, turunkan suhu, bertemu lagi, saling mendengarkan lagi,” ajak Biden.

"Ini adalah waktu untuk menyembuhkan di Amerika," katanya lagi.

Kemenangan Biden di Negara Bagian Pennsylvania, yang menjadi medan pertempuran sengit, menempatkannya di atas ambang 270 suara Electoral College yang ia butuhkan untuk meraih kursi kepresidenan.

Hasil perolehan suara tersebut mengakhiri ketegangan yang berlangsung selama empat hari. Para pendukung Biden turun ke jalan di kota-kota besar untuk merayakannya.

"Masyarakat bangsa ini telah berbicara. Mereka telah memberi kita kemenangan yang jelas, kemenangan yang meyakinkan," kata Biden kepada para pendukungnya, yang bersorak-sorai di tempat parkir selama ia menyampaikan pidato kemenangan di kota kelahirannya, Wilmington, di Delaware.

Sesi pidato Biden diawali dengan penampilan wakil presiden terpilih pasangan Biden, Kamala Harris.

Harris, yang juga merupakan senator AS, dalam pernyataannya memberikan gambaran tentang kualitas Biden.

"Sungguh bukti karakter Joe bahwa dia memiliki keberanian untuk mendobrak salah satu penghalang paling substansial yang ada di negara kita, dan memilih seorang perempuan sebagai wakil presidennya," katanya.

Harris menjadi perempuan pertama, juga orang Amerika kulit hitam pertama dan orang Amerika keturunan Asia pertama yang menjabat sebagai wakil presiden --posisi nomor dua di negara itu.

Ucapan selamat bagi Joe Biden mengalir dari luar negeri, termasuk dari Perdana Menteri Inggris yang konservatif Boris Johnson, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Aliran ucapan selamat itu membuat Trump sulit mendorong klaimnya yang berulang, tanpa bukti, bahwa ia dicurangi dalam pilpres tersebut.

Trump sedang bermain golf ketika jaringan-jaringan utama televisi memproyeksikan bahwa kandidat saingannya menang.

Ia langsung menuduh Biden "bergegas untuk berpura-pura jadi pemenang."

"Pemilihan ini masih jauh dari selesai," Trump menegaskan melalui pernyataan.

Trump telah mengajukan serangkaian gugatan hukum untuk menantang hasil pilpres.

Namun, para pejabat pemilu di negara bagian di seluruh AS mengatakan tidak ada bukti bahwa terjadi penipuan secara signifikan.

Kalangan pakar hukum juga mengatakan upaya Trump itu tidak mungkin berhasil. (Reuters/antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler