Jokowi Harus Lakukan Hal Ini Jika Ingin Reshuffle

Kamis, 22 Oktober 2015 – 15:55 WIB
Jokowi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo harus teliti apabila ingin melakukan reshuffle menteri. Ketelitian itu terkait penunjukan orang-orang yang akan duduk di pemerintahan.

Anggota DPD Bambang Sadono menyatakan, apabila pola reshuffle masih sama dengan sebelumnya, hal itu tidak akan memberikan pengaruh signifikan untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

BACA JUGA: Mendagri: Daerah Belum Optimal Siapkan Anggaran Untuk Ini

"Makanya kalau isu reshuffle dilakukan dengan cara-cara ketika kabinet itu dibentuk pada saat reshuffle yang kemarin, maka akan sulit mendapatkan orang yang bagus, yang bisa menyelesaikan persoalan. Karena (politik) dagang sapinya masih kuat banget,” kata Bambang usai diskusi Mengapa Kita Perlu Reshuffle Lagi? di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (22/10).

Bambang mengatakan, reshuffle merupakan suatu pengakuan bahwa pemerintah mengalami kegagalan di sektor tertentu. Kegagalan itu bisa karena yang melakukan atau yang memberikan tugas.

BACA JUGA: Beredar Dokumen Perjanjian PT Milik Anggota Fraksi PPP dengan Pelindo II

"Kalau Pak Presiden merasa gagal, itu gagal karena melihat situasi atau gagal menunjuk menteri-menteri?” ujar Bambang. (gil/jpnn)

BACA JUGA: Meski Ada Kekurangan, Masyarakat Masih Percaya Jokowi-JK

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Dalami Pihak Lain Pemalsu Tanda Tangan Mandra


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler