Jokowi Ingatkan Negara G20 Hindari Kebijakan Ini

Minggu, 04 September 2016 – 23:39 WIB
Presiden Joko Widodo dan delegasi di KTT G20, Tiongkok. Foto: biro pers kepresidenan

jpnn.com - HANGZHOU--Presiden Joko Widodo sampaikan komitmen Indonesia untuk mengusahakan ekonomi terbuka dan inklusif dalam kegiatan KTT G20. Jokowi, sapaan Presiden, juga mendorong negara-negara kelompok 20 ekonomi dunia (G20) untuk memiliki komitmen berskala nasional dan global.

Terutama dalam menyinergikan kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural untuk perbaikan ekonomi dunia. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam sesi pertama gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hangzhou International Expo Center, Minggu (4/9).

BACA JUGA: Jokowi Dapat Kehormatan jadi Pembicara di KTT G20

Pada sesi yang membahas tentang penguatan kebijakan dan koordinasi antara negara anggota, Jokowi  juga berpesan agar negara-negara G20 bekerja sama dan menghindari kebijakan ekonomi yang menimbulkan dampak negatif di antara sesama anggota.

"G20 harus meningkatkan komunikasinya dan menghindari kebijakan ekonomi yang menciptakan dampak negatif. Selain itu, setiap kebijakan ekonomi harus memiliki agenda pertumbuhan yang solid dan inklusif," tegasnya.

BACA JUGA: Paus Resmi Nobatkan Bunda Teresa sebagai Orang Suci

Indonesia, yang pertumbuhan ekonominya lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi negara G20, diyakini Presiden mampu berperan besar dalam perkembangan ekonomi global. Sebab, pemerintah telah bertekad untuk menjaga perekonomiannya lebih terbuka.

"Indonesia berkomitmen untuk menjaga ekonominya terbuka dan kompetitif. Saya juga akan terus mempertahankan ekonomi yang inklusif," ujar Presiden.

BACA JUGA: Kisah Vladimir Putin dan Semangkuk Es Krim buat Presiden China

Salah satu pilar yang coba diangkat dalam gelaran KTT kali ini ialah ekonomi digital. Terkait itu, Jokowi berharap negara-negara G20 bisa memberikan asistensi dalam mengembangkan ekonomi digital di negara-negara berkembang.

"Serta meningkatkan kerja sama dalam pengembangan teknologi antara negara-negara anggota G20," ucapnya.

Selama menghadiri forum tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Esok hari, Presiden diagendakan menjadi pembicara utama pada sesi kedua yang akan membahas tentang tata keuangan dan ekonomi global. (flo/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Belum Dua Minggu, Jembatan Kaca Sudah Ditutup Untuk Umum


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler